News

Bupati Kodi Mete Sidak ke RSUD Tambolaka Lalu Canangkan Sumba Barat Daya Bebas Stunting 2020

Kornelius Kodi Mete melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tambolaka, Selasa (10/9/2019).

Bupati Kodi Mete Sidak ke RSUD Tambolaka Lalu Canangkan Sumba Barat Daya Bebas Stunting 2020
Pos Kupang.com/Petrus Piter
Bupati dan Wabub SBD, dr.Kornelius Kodi Mete dan Marthen Christian Taka, S.IP menggelar jumpa pers di halaman depan kantor DPRD SBD setelah setelah menghadiri rapat istimewa pengambilan sumpah dan pelantikan 35 anggota DPRD SBD periode 2019-2024 dan penyampaian pidato perdana bupati dan wabub SBD, Senin (9/9/2019) 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Petrus Piter

POS KUPANG, COM, TAMBOLAKA - Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tambolaka, Selasa (10/9/2019).

Di hadapan Kepala Dinas Kesehatan SBD, drg. Yulianus Kaleka; Direktur RSUD Tambolaka, dr. Elsy Helmayat Kadi Luku Lewa, dan sejumlah staf, Bupati Kornelius menyebut permasalahan utama di bidang kesehatan di daerah itu adalah memerangi penyakit malaria, TBC dan stunting.

Bupati Kodi Mete meminta pimpinan dan staf dinas kesehatan hingga puskesmas agar rajin turun ke lapangan menemui masyarakat mendata warga yang menderita penyakit malaria, TBC dan stunting untuk segera diatasi.

"Saya dan Wakil Bupati Marthen Christian Taka telah berkomitmen pada tahun 2020 mendatang Sumba Barat Daya bebas penyakit malaria, TBC dan stunting. Karena itu semua petugas kesehatan harus turun ke desa hingga kampung-kampung untuk temukan tiga penyakit itu dan atasi. Jangan biarkan tiga penyakit itu berkembang merajalela di kampung dan mengancam nyawa masyarakat. Tugas pemerintah adalah turun lapangan, temukan dan matikan. Tentu dengan cara medis yang baik dan benar," tegas Kodi Mete.

Dengan rajin turun lapangan memberikan sosialisasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat, diakui Bupati Kodi Mete, akan semakin meningkatkan kesadaran warga menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

Bupati Kodi Mete juga mengingatkan pimpinan dinas kesehatan dan jajarannya meningkatkan pemberian makanan tambahan dan lain-lain untuk gizi anak agar tidak ada lagi stunting pada tahun 2020 mendatang.

Evaluasi Sistem KBM
Selain sidak ke RSUD Tambolaka, Selasa (10/9/2019), Bupati Kodi Mete juga sidak ke Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) SBD.

Bupati Kodi Mete meminta Kadis Yohana Lingu Lango dan seluruh guru bekerja keras menuntaskan buta baca akibat buta huruf di daerah itu. Kondisi ini tak hanya terjadi di sekolah dasar tetapi juga SLTP hingga SMA/SMK.

"Bagaimana bicara soal kualitas pendidikan bila siswa-siswi SMP saja masih ada yang buta baca. Saya minta evaluasi seluruh sistem kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah demi melahirkan anak-anak pintar dan cerdas," pinta Kodi Mete.

Bupati Kodi Mete juga berjanji melakukan sidak ke sekolah-sekolah memonitor langsung model KBM yang diterapkan kepada anak didik, sekaligus mengtes anak-anak membaca.

"Bila tidak bisa membaca atau mengenal huruf, maka perlu ada evaluasi mendalam atas sekolah itu," tegasnya.

Kepala Dinas PPO SBD, Dra. Yohana Lingu Lango, M.Si, siap mengevaluasi sistem KBM di sekolah baik SD maupun SLTP untuk menyukseskan program pemberantasan buta huruf di daerah itu.

Evaluasi, diakuinya, tidak hanya pada sistem kegiatan belajar mengajar tetapi juga terhadap guru, fasilitas yang tersedia, juga para pengawas. Sebab, kesuksesan pendidikan tidak semata-mata tanggung jawab sekolah tetapi semua elemen. *

Penulis: Petrus Piter
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved