Setelah Sutarno Ditabrak Pengendara Dibawah Umur, Tak Lagi Senda Gurau di Lapak Jahit Sepatu

Setelah Sutarno ditabrak pengendara dibawah umur, tak lagi senda gurau di lapak jahit sepatu

Setelah Sutarno Ditabrak Pengendara Dibawah Umur, Tak Lagi Senda Gurau di Lapak Jahit Sepatu
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Lapak jahit sepatu milik Sutarno di Jalan Raja Centis Kota Maumere, Pulau Flores, Kamis (12/9/2019) sore. 

Setelah Sutarno ditabrak pengendara dibawah umur, tak lagi senda gurau di lapak jahit sepatu

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Hari Kamis (12/9/2019) sekitar pukul 16.15 Wita. Lapak sederhana jahit sepatu di Jalan Raja Centis, Pasar Tingkat, Kota Maumere, Pulau Flores, tampak sepi.

Lapas seluas 1 x 1,5 meter hari itu berbeda dengan keadaaan sehari sebelumnya ketika sang pemilik lapak, Sutarno masih setiap hari melayani jasa jahit sepatu. Sebuah lemari sederhana terkunci ada dalam lapak itu.

Budiono Minta Warga yang Menghuni Lahan Bandara Ende Diharapkan Pindah Akhir September 2019

Sutarno, selamanya tak akan lagi muncul lagi di lapak sederhana bersenda gurau dengan sesama pedagang yang membuka usaha di pasar tertua di Kota Maumere.

Ketika pos-kupang.com, datang ke sana, beberapa penjual mengira hendak mengambil sapatu atau sandal dijahit. Namun setelah ngalor ngidul, kehadira pos-kupang.com hanya mau menyaksikan tempat usaha milik Sutarno.

Kecelakaan lalu lintas, tabrakan antarsepeda motor Rabu (11/9/2019) malam di Jalan Slamet Riyadi, sebelah barat Warung Dahlia di Kelurahan Kabor, Kota Maumere menewaskan Sutarno mengejutkan Yoseph Soswito Nong Yance. Pria asal Kabuaten Sikka mengelola tempat foto copy, hanya berjarak empat langkah dari lapak milik Sutarno.

Bupati Ende Ingatkan Para Kepala Desa Soal Stunting

"Kami kaget dengar Mas Sutarno ditabrak. Katanya ditabrak oleh anak-anak," ujar Yoseph.

Yoseph, telah belasan tahun mengenal dan bergaul dengan Sutarno. Keseharianya, pria paruh bayah ini diakui Yoseph sangat bersahaja. Ia selalu berbagi suka duka kehidupan keluarga dan usaha ditekuninya sejak 1980-an.

Meski hanya tukang jahit sepatu, kata Yoseph, Sutarno sukses mendidik dan membesarkan anak-anaknya.

"Bapak tua (Sutarno) sangat baik. Orang sangat ramah dan mudah sekali tegur sapal, mungkin sudah sangat lama menetap di Maumere dan mengenal baik orang di Maumere," kisah Yoseph.

Sutarno dibonceng Sutimin mengendarai sepeda motor Honda Vario EB 5088 BK datang dari utara ke barat, bertabrakan dengan sepeda motor Yamaha Mio 125 EB 6608 BM dikendarai JJ (14) membonceng YAWB (14) datang dari atah timur ke barat.

Kabarnya Sutarno berangkat dari rumahnya di Jalan Gunung Dobo, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kota Maumere, hendak mengikuti pengajian di Warung Dahlia, hanya beberapa belas meter dari lokasi kecelakaan. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved