Budiono Minta Warga yang Menghuni Lahan Bandara Ende Diharapkan Pindah Akhir September 2019

Harap Prio Budiono agar warga yang menghuni lahan bandara Ende Diharapkan pindah akhir September 2019

Budiono Minta Warga yang Menghuni Lahan Bandara Ende Diharapkan Pindah Akhir September 2019
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Kabandara Ende, Prio Budiono 

Harap Prio Budiono agar warga yang menghuni lahan bandara Ende Diharapkan pindah akhir September 2019

POS-KUPANG.COM | ENDE - Sebanyak 12 Kepala Keluarga (KK) yang masih menghuni lahan milik Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende diberi waktu hingga akhir bulan September 2019 untuk segera pindah mencari tempat tinggal baru.

Pasalnya, lahan yang ada akan segera dipergunakan oleh pihak Bandara Ende untuk proses pengembangan bandara.

Bupati Ende Ingatkan Para Kepala Desa Soal Stunting

Kepala Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende, Prio Budiono mengatakan hal itu kepada Pos- Kupang.Com, Kamis (12/9/2019) di Ende ketika dikonfirmasi mengenai pelaksanaan pembebasan lahan untuk Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende.

Prio mengatakan bahwa lahan untuk pengembangan Bandara Ende sudah ada yang dibebaskan yakni milik 12 orang KK namun demikian semenjak dibebaskan beberapa waktu lalu 12 KK hingga kini masih menempati lahan yang ada.

Bursa Inovasi Desa di Ende Bagaimana Perkembangannya? Cek Disini

"Oleh karena itu pihaknya berharap agar 12 KK yang menempati lahan tersebut segera mengosongkan lahan yang ada karena lahan yang ada akan segera dipergunakan untuk proses pengembangan bandara," ujar Prio.

"Untuk diketahui bahwa segala urusan administrasi bagi 12 KK sudah diselesaikan termasuk proses pembebasan lahan jadi dengan demikian lahan yang ada sudah sah menjadi milik bandara maka diharapkan agar warga segera mengosongkan lahan tersebut karena akan dipergunakan untuk proses pengembangan bandara," kata Prio.

Prio mengatakan selain lahan segala aset yang ada di tanah tersebut seperti rumah maupun tanaman juga telah menjadi milik bandara karena memang sebelumnya juga telah dibebaskan.

Nantinya, ujar Prio, segala aset yang ada akan diperhitungkan menjadi milik negara termasuk rumah dan khusus untuk rumah yang kondisinya layak sementara akan dipertahankan keberadaannya untuk menjadi mess karyawan sedangkan rumah yang kurang layak akan dirobohkan namun ornamen yang ada di rumah seperti pintu dan jendela yang terbuat dari besi akan dilelang begitupun dengan seng.

Prio mengatakan untuk proses pengembangan bandara masih membutuhkan lahan sehingga panjang bandara menjadi 2.100 meter dari panjang landasan yang ada saat ini sepanjang 1.650 meter atau masih membutuhkan 400 meter lagi.

Sehubungan dengan pengembangan bandara jelas Prio pihak Bandara Ende sejak tahun 2017 telah berusaha melakukan upaya pembebasan lahan termasuk milik 12 KK yang proses pembebasan telah tuntas.

"Sudah ada 12 KK yang proses pembebasan telah tuntas masih ada beberapa KK yang proses pembebasan belum tuntas. Untuk yang belum tuntas masih terus dilakukan pendekatan oleh Pemda Ende dan diharapkan bisa segera dituntaskan agar proses pengembangan bandara dapat segera dilakukan," kata Prio.

Prio mengatakan bahwa seiring dengan kebutuhan maka dirasa perlu dilakukan upaya pengembangan bandara dan yang paling memungkinkan untuk pengembangan bandara adalah ke arah barat karena masih ada lahan meskipun itu adalah lahan warga sedangkan kalau ke arah timur tidak memungkinkan karena terdapat laut. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved