Bupati Ende Ingatkan Para Kepala Desa Soal Stunting

Masalah Stunting menjadi perhatian Bupati Ende, Drs Djafar Achmad. Ia mengingatkan kepada para Kepala Desa tentang penanganan Stunting

Bupati Ende Ingatkan Para Kepala Desa Soal Stunting
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Jajaran Muspida Kabupaten Ende Foto Bersama Pada Kegiatan Bursa Inovasi Desa Di Kecamatan Nangapanda,Kamis (12/9/2019). 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Masalah Stunting menjadi perhatian Bupati Ende, Drs Djafar Achmad. Ia mengingatkan kepada para Kepala Desa tentang penanganan Stunting sebagai salah satu kegiatan inovasi yang wajib dilaksanakan di semua desa.

Bupati Ende, Drs Djafar Achmad mengatakan hal itu saat membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa Tingkat Kabupaten Ende di Kecamatan Nangapanda, Kamis (12/9/2019).

Bursa Inovasi Desa di Ende Bagaimana Perkembangannya? Cek Disini

Dikatakan stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak yang disebabkan karena kekurangan asupan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, dan kurangnya stimulus psikososial.

Stunting ditandai dengan panjang dan tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya. Anak stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit dan di masa depan berisiko menurunkan produktivitas.

Dikatakan sejalan dengan program peningkatan sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing tinggi, maka pemerintah telah meluncurkan strategi percepatan penurunan stunting pada Bulan Agustus tahun 2017.

BREAKING NEWS: Tukang Sepatu di Maumere Tewas Ditabrak Pengendara Dibawah Umur

Salah satu pilar pada strategi percepatan penurunan stunting menekankan pentingnya konvergensi intervensi Gizi Spesifik dan Gizi Sensitif di tingkat Pusat, Daerah, dan Desa.

Strategi ini wajib ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Ende melalui intervensi Gizi Spesifik dan Gizi Sensitif pada sasaran 1000 hari pertama kehidupan dari anak sejak di kandungan sampai berusia 23 bulan.

"Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh Camat, Para kepala Desa, BPD, tokoh masyarakat dan Para Pendamping Desa serta unsur lainnya yang berperan dalam proses perencanaan pembangunan desa agar wajib menindaklanjuti strategi percepatan penurunan angka stunting dengan melakukan intervensi pada program dan kegiatan yang direncanakan mulai dari tingkat desa dengan tetap berpedoman pada regulasi," kata Bupati Djafar.

"Saya berkeyakinan bahwa ketika kita memiliki komitmen yang sama dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan - kegiatan yang bermuara pada penurunan dan penghilangan angka stunting, maka dapat dipastikan pada 15 atau 20 tahun ke depan, kita akan memiliki generasi yang berkualitas dan berdaya saing tinggi," katanya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved