Arkeolog Sosialisasi Rumah Peradaban Lembata

Lembaga Pusat Penelitian Arkeologi Nasional melaksanakan kegiatan sosialisasi Rumah Peradaban Lembata di Desa Hingalamamengi

Arkeolog Sosialisasi Rumah Peradaban Lembata
ISTIMEWA
Pusat Penelitian Arkeologi Nasional melaksanakan kegiatan sosialisasi Rumah Peradaban Lembata di Desa Hingalamamengi Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, pada Rabu, (4/9/19). 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Lembaga Pusat Penelitian Arkeologi Nasional melaksanakan kegiatan sosialisasi Rumah Peradaban Lembata di Desa Hingalamamengi Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, pada Rabu, (4/9/19).

Sosialisasi Rumah Peradaban ini untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Lembata. Hal inilah yang menjadi acuan dari hasil penemuan benda-benda sejarah dan budaya yang ada di Kabupaten Lembata.

Peserta sosialisasi Rumah Peradaban Lembata ialah siswa SMP dan SMA di Kecamatan Omesuri sejumlah 150 orang.

Garap Developer, Kopdit Obor Mas Jawabi Perumahan Anggota

Kegiatan yang dihadiri oleh Arkeologi senior Prof. Dr. Harry Truman Simanjuntak, Ketua Tim Rumah Peradaban Lembata Dra. Retno Handini, M.Si, yang didampingi oleh kedua anggota dari Puslit Arkenas. Hadir pula Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Rafael Betekeneng, SH, Plt. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata, Apolonaris Mayan, S.Pd, para pimpinan OPD dan tamu undangan dari berbagai kalangan.

Dalam sambutan Bupati Lembata yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Rafael Betekeneng, SH, mengatakan masyarakat Lembata harus berbangga dengan kehadiran para arkeolog nasional ini. Mereka telah memberikan sumbangsi yang besar kepada masyarakat Lembata secara umum. Sumbangsi itu bukan merupakan materi melainkan ilmu dan informasi peradaban leluhur pada ribuan tahun lalu yang telah terkubur bersama jasad mereka.

AMARA Minta DPRD Lembata Tolak Proyek Awololong

Lanjutnya, dari hasil penelitian yang dilakukan para arkeologi pada bulan Maret lalu, ada sedikit gambaran besar tentang peradaban leluhur Lembata pada masa itu.

"Kita sendiri tidak pernah tahu seperti apa peradaban leluhur kita pada abad sebelum dan sesudah masehi jika bukan karena para Arkeologi ini. Dengan ditemukannya benda-benda sejarah, kita dapat mengetahui dengan jelas asul dan usul serta karya-karya seni yang ditinggalkan oleh leluhur kita yang memiliki makna nilai tersendiri," ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya, perlu ada sebuah wahana yang mampu menampung dan memberikan informasi kepada generasi penerus tentang peradaban itu. Rumah Peradabanlah yang pantas dijadikan sebagai fondasi dasar yang mampu menjelaskannya kepada siapa yang ingin mengenal Lembata lebih dalam. Oleh karena itulah, pemerintah daerah bekerjasama dengan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional untuk mengakomodasi semuanya dalam Rumah peradaban Lembata yang dimulai dengan sosialisasi tentang Rumah Peradaban Lembata ini.

Rumah Peradaban tidak hanya dinilai sebagai pusat untuk mendapatkan ilmu dan informasi mengenai peradabaan leluhur pada masa lampau. Rumah ini menjadi media interaksi dan forum diskusi masyarakat Lembata itu sendiri.

"Ini juga bagian dari upaya pemerintah untuk medekatkan penerus generasi untuk mencintai budaya dan peradaban yang ada di kabupaten yang kita cintai ini sebagai upaya konservasi pendidikan."

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved