Viral Dokter Ahli Penyakit Dalam Made Arimbawa Tewas Serangan Jantung Usai Dansa HUT Rumah Sakit
Dalam dua hari terakhir viral kabar seorang Dokter Ahli Penyakit Dalam Made Arimbawa Tewas Serangan Jantung usai dansa di acara HUT Rumah Sakit
Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
Stefanus Taopik meninggalkan seorang istri dan seorang anak berusia 1 tahun.
Dokter Stefanus merupakan alumnus fakultas kedokteran Universitas Katolik Atma Jaya (FKUAJ), angkatan 2000.
Tuntut Pemerintah
Dokter meninggal saat melakukan piket jaga di luar batas kemampuan tubuh untuk bekerja tidak hanya terjadi di Indonesia. Hal yang sama juga pernah terjadi di Malaysia.
Dilansir dari sinarharian.com akibat terlalu letih menghabiskan waktu bekerja selama 33 jam, seorang dokter meninggal dalam perjalanan pulang dari Rumah Sakit Universitas Sains Malaysia (HUSM) ke Kuala Terengganu untuk bertemu tiga anak dan suaminya.
Korban yang dikenal sebagai Dr Nurul Huda Ahmad baru selesai "On Call" pada pukul 5 petang, 9 Mei lalu. Disebutkan bahwa Nurul telah bekerja 33 jam mulai 8 Mei.
Dr Nurul Huda yang melayani di HUSM tinggal di Kota Bharu pada hari kerja sementara suami dan anak-anaknya menetap di Kuala Terengganu.
Jadi, untuk memanfaatkan liburannya, ia pulang ke rumahnya. Namun, nasib menentukan yang lain. Ia mengalami kecelakaan.
Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan petugas medis dan organisasi non-pemerintah (LSM) disebutkan bahwa kecelakaan maut yang melibatkan dokter yang bertugas dalam periode waktu yang panjang bukanlah sesuatu yang jarang terjadi.
"Sebelumnya kami telah kehilangan rekan kerja, Dr Afifah Mohd Gazi. Jadi saatnya tindakan serius diambil untuk menghindari kehilangan nyawa lain menjadi taruhan.
"Kita menyadari bahwa banyak faktor yang menyebabkan kecelakaan kendaraan bermotor. Diantaranya masalah kendaraan, kondisi jalan yang buruk dan gangguan lain."
"Namun, kita tidak bisa menolak fakta bahwa kelelahan atau kurang tidur juga adalah salah satu faktor yang diidentifikasi dan dapat dicegah," kata pernyataan itu.
Kalangan medis dan LSM sepakat mendesak Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) dan stakeholder agar meneliti dan mengubah kebijakan waktu bekerja dokter agar dapat mengurangi tingkat kecelakaan kendaraan di kalangan petugas medis.
Ada lima daftar tindakan yang disampaikan kepada KKM antaranya adalah membentuk tim petugas khusus dari Departemen Kesehatan, Departemen Transportasi, universitas dan LSM medis.
Untuk menyelidiki kejadian kecelakaan kendaraan bermotor (MVA) di kalangan pekerja medis dan hubungannya dengan waktu bekerja mereka.