Viral Dokter Ahli Penyakit Dalam Made Arimbawa Tewas Serangan Jantung Usai Dansa HUT Rumah Sakit
Dalam dua hari terakhir viral kabar seorang Dokter Ahli Penyakit Dalam Made Arimbawa Tewas Serangan Jantung usai dansa di acara HUT Rumah Sakit
Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
“Kami berduka. Kami juga sudah berkoordinasi dengan keluarga almarhum,” ungkap dr. Nyoman Gunarta, Senin (9/9/2019).
• Ternyata 5 Makanan Sehat Ini Dapat Membahayakan Tubuh Jika Dimakan dengan Cara Tidak Benar
Mengenai kronologi kejadian, Gun sapaan akrabnya, mengatakan, almarhum tiba-tiba roboh di tempat duduk usai berdansa di atas panggung.
“Jadi beliau habis manggung, sempat duduk. Tiba-tiba roboh,” tuturnya.
Melihat kejadian tersebut, panitia sempat memberikan penanganan. Bahkan sempat dilarikan ke IGD RS setempat.
“Kami berikan pertolongan, tapi beliau sudah tidak merespons,” jelasnya.
Apakah almarhum sempat mengeluhkan sakit sebelumnya? Gunarta mengaku tak tahu persis. Pun dalam pertunjukkan dansa, yang bersangkutan tampak semangat. “Kami tidak tahu persis,” katanya.
Nyoman Gunarta menegaskan, almarhum menari karena keinginan sendiri. Hal ini tak terlepas dari semangat memeriahkan HUT.
“Ya, beliau memang semangat sekali,” ujarnya.
Mengenai tindak lanjut Rumah Sakit, pihaknya sudah berkoordinasi dengan keluarga. Dikatakannya, keluarga bisa memaklumi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan keluarga. Keluarga pun maklum dengan kejadian ini. Karena kami tidak tahu beliau mengidap penyakit seperti apa,” terangnya. (*)
* Dokter Stefanus Meninggal Akibat Piket 5 Hari Berturut-turut Saat Rekan Libur Lebaran
Seorang dokter spesial anastesi ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di kamar jaga, satu Rumah Sakit Swasta.
Kabar meninggalnya dokter saat bertugas, pertama diunggah oleh akun twitter @blogdokter, pada Selasa (27/6/2017), sekira pukul 22.38 WIB.
Dilansir dari beberapa informasi, dokter tersebut bernama Stefanus Taofik (35), dokter spesialis anastesi, asal Cakranegara, Lombok, Nusa Tenggara Timur.
Kematian dokter Taofik diduga terkena serangan jantung setelah berjaga 5 hari berturut-turut di 3 rumah sakit, saat senior lain sedang cuti lebaran.