Detik-detik Sebelum Kecelakaan Maut Innova vs Bus Mira di Nganjuk-Madiun, Lihat Beritanya

Simak detik-detik sebelum kecelakaan maut Innova vs Bus Mira di Nganjuk-Madiun, lihat beritanya

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/theaustralian.com.au
Ilustrasi kecelakaan tanpa seat belt belakang 

Simak detik-detik sebelum kecelakaan maut Innova vs Bus Mira di Nganjuk-Madiun, lihat beritanya

POS-KUPANG.COM - Kecelakaan maut terjadi antara bus penumpang Mira dengan nomor polisi S 7190 US dan sebuah Innova AE 567 SC, kecelakaan terjadi di Jalan Nganjuk-Madiun, Jawa Timur, Senin (9/9/2019).

Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang penumpang Innova meninggal dunia dan satu mengalami luka.

Hati-hati, Olahraga Berlebihan Justru Berisiko Sakit Jantung, Simak Pedoman Olahraga Sehat

Dua penumpang meninggal di lokasi kecelakaan, salah satu korban adalah sopir Innova Panji Whisnu Kusuma (21) mahasiswa asal Kelurahan Cokromenggakan, Kecamatan ponorogo, Kabupaten Ponoroggo, satu penumpang meninggal di rumah sakit.

Lampu Ruang Guru Menyala Jadi Petunjuk, Ini Kronologi Guru TK dan Kepsek Ketahuan Buat Mesum

Sementara, sopir bus Mira yang ditabrak Innova bernama Tri Sumaryanto (53) warga Desa Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

"Mobil Innova mengalami kerusakan cukup parah dan bus Mira tidak mengalami kerusakan berarti," kata Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Hegy, Senin, seperti dikutip SURYA.co.id.

Sebelum kecelakaan maut terjadi, salah satu penumpang Innova sempat merekam aktivitas mereka di dalam mobil.

Dilansir dari SURYA.co.id, media sosial dihebohkan dengan video diduga detik-detik sebelum kecelakaan maut Innova vs Bus Mira di Nganjuk-Madiun, Senin.

Video berdurasi 44 detik tersebut memperlihatkan aktivitas sekelompok anak muda yang sedang menaiki mobil.

Penumpang perempuan yang mengenakan baju kuning terlihat sedang make up. Di bagian belakang, tampak pemuda berbaju merah sedang tiduran. Ia tidur di kursi paling belakang mobil.

Dalam video yang tersebar tersebut, terdengar pembicaraan laki-laki yang mengatakan, iki gaweo cerito gik. Lek aku nabrak-nabrak (Ini buat cerita gik, kalau aku nanti nabrak-nabrak).

Belum diketahui siapa yang mengucapkan itu, namun ada kemungkinan kalau suara ini berasal dari suara Tohir. Sementara, lelaki yang menyopir kendaraan tersebut adalah lelaki berinisial RV.

Meski demikian, belum diketahui kapan dan di mana video tersebut diambil sebab saat kecelakaan berlangsung posisi Panji sudah berubah.

Panji diketahui menjadi sopir saat kecelakaan berlangsung di Desa Selorejo Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk.

Video Detik-detik Kecelakaan Maut Tol Cipularang, Mobil Bertumpukan hingga Ada Yang Terbakar, Kronologisnya

Sebuah kecelakaan beruntun terjadi di ruas Jalan Tol Cipularang di ruas Bandung arah Jakarta, Senin (2/9/2019).

Kecelakaan Tol Cipularang diduga terjadi sekitar pukul 12.30 WIB.

Dilansir dari Kompastv, menurut salah seorang saksi, Reestia Dela, kecelakaan terjadi di sekitar kilometer 92.

"Jumlah pastinya belum bisa diketahui, tapi tak hanya kendaraan pribadi, ada truk, dan bus juga," ujarnya.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun tersebut terjadi sebelum rest area di dekat Kilometer 92 Tol Cipularang

Nampak secara visual, sejumlah kendaraan nampak dalam kondisi rusak di sekitar ruas jalan.

Beberapa kendaraan nampak terbakar dan menguarkan asap hitam yang membumbung.

Beberapa kendaraan pun nampak bertumpuk dan terlempar hingga keluar ruas jalan tol.

Belum diketahui jumlah korban akibat kecelakaan beruntun tersebut.

Kecelakaan Libatkan 15 Kendaraan

Tabrakan beruntun terjadi di Tol Cipularang KM 92 yang masuk wilayah Purwakarta.

Kecelakaan terjadi Senin (2/9/2019) sekitar pukul 12.30.

Jurnalis Kompas TV Reesta Dela melaporkan kecelakaan melibatkan sekitar 10 kendaraan.

Data update, kecelakaan melibatkan 15 kendaraan.

Terlihat di siaran Kompas TV beberapa mobil yang terlibat kecelakaan.

Ada mobil minibus berwarna biru dan hitam.

Ada juga truk yang terlibat kecelakaan.

Reesta Dela menjelaskan, tabrakan beruntun membuat arus lalu lintas dari arah Bandung menuju Jakarta.

 Kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Purwakarta, Senin (9/2/2019). (Captue KompasTv)
Polisi yang datang ke lokasi melakukan contraflow dari arah Jakarta menuju Bandung.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui berapa korban akibat tabrakan beruntun tersebut.

"Belum diketahui jumlah korban. Ada truk tronton juga yang terlibat kecelakaan," kata Reesta Dela.

Di tayangan itu juga terlihat ada truk yang posisinya menggantung di dekat tebing.

Kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Purwakarta, Senin (9/2/2019). (Capture Kompas Tv)
Di bawahnya ada mobil minibus berwarna silver.

Kepala Sub Layanan Jalan Tol Purbaleunyi, Sartono, mengatakan, pukul 12.30 di KM 92 arah Jakarta.

"Kemungkinan lebih dari lima kendaraan. Sedang proses pengamanan," katanya di Kompas.TV.

Ia mengatakan, pihaknya mendapat informasi dan langsung melakukan penanganan.

Para korban kemudian dilarikan ke RS Muh Thamrin Purwakarta.

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius mengatakan kecelakaan melibatkan 15 kendaraan.

6 Orang Meninggal Dunia

Sejumlah kendaraan dalam kecelakaan maut di Tol Cipularang Purwakarta terbakar, Senin (2/9/2019).

 Dalam laporan langsung Kompas Tv, mobil truk membawa buah-buahan masih mengepulkan asap.

Sedangkan sejumlah mobil sudah menjadi rongsok setelah terbakar total.

Akibat kecelakaan beruntun di Tol Cipularang ini menyebabkan kemacetan panjang.

Polisi begerak cepat mengatasi kecelakaan beruntun di tol Cipularang

Petugas tol Cipularang juga ikut mengevakuasi dan mengarahkan para pengendara yang berada to Tol Cipularang.

Bagi pengendara dari arah Bandung ke Jakarta, disarankan keluar tol melalui gerbang Tol Cikamuning di gerbang 116.

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius mengatakan, dalam kecelakaan beruntun itu melibatkan 15 kendaraan dan 4 di antaranya terbakar.

Dari kecelakaan beruntun itu sebanyak 6 orang meninggal dunia.

 Korban meninggal dunia 6 orang tersebut adalah korban yang berada di mobil yang terbakar.

Tabrakan beruntun terjadi di Tol Cipularang KM 92 yang masuk wilayah Purwakarta.

Kecelakaan terjadi Senin (2/9/2019) sekitar pukul 12.30.

* Kecelakaan Maut, Usai Antar Uang Saku untuk anaknya, Guru ini tewas dengan Kondisi Mengenaskan

Kematian adalah sesuatu yang pasti meski tak diketahui kapan wakubya.

Sebagaimana kematiam yang menimpa seorang guru bernama Bambang Pudi Astomo (59).

Bambang adalah salah satu guru terbaik yang mengajar di SMP Negeri 35 Palembang.

Guru mata kuliah Fisika itu, baru saja mengalami insiden kecelakaan maut di jalan Lintas Palembang-Indralaya.

Bambang saat itu diketahui tengan mengantarkan uang saku sang anak yang baru masuk kuliah.

Melansir dari Tribunnews pada Selasa (3/9/2019), kecelakaan maut yang menimpa Bambang terjadi kira-kira sekitar pukul 16.00 WIB.

Tepatnya kejadian berada di depan Gerbang tol KTM Rambutan Palembang-Indralaya (Palindra).

Kasat Lantas Polres Ogan Ilir AKP Desi Aryani melalui Kanit Laka Ipda Iwan membeberkan kronologisnya.

Motor Supra Fit yang dikendarai Bambang sepertinya terlibat kecelakaan dengan sebuah truk bernopol BG 8220 XA.

Truk tersebut dikemudikan oleh Rahmat (40) yang melarikan diri saat kecelakaan tersebut terjadi.

"Kronologi lengkapnya masih kita lakukan pengembangan. Untuk saat ini, info itu dulu yang bisa kita berikan," jelasnya.

Usai kejadian tersebut, Bambang dikonfirmasi langsung tewas seketika dan kaki sebelah kirinya putus.

Ia juga mengalami luka robek di bagian kepala dan pergelangan kaki kanan.

Jasad korban saat ini telah dibawa ke rumah duka, di Jalan Banten, Plaju, Palembang.

Bambang Pudi Astomo selama ini dikenal sebagai sosok ayah yang sangat mencintai dan menyayangi anaknya.

Peristiwa yang merenggut nyawa itu pun tak jauh dari kepeduliannya terhadap sang anak.

Dari penuturan tetangganya, Bustomi yang ikut mengantar istri Bambang untuk melihat jasad suaminya, diketahui bahwa saat itu Bambang berniat ingin mengantarkan uang saku untuk anaknya.

"Dia mau ngantar uang saku untuk anaknya yang baru masuk di Unsri, namanya Hilal. Dia pergi sekitar pukul 09.00 pagi," ujar Bustomi dikutip dari Tribun.

Diduga kuat, Bambang saat itu tengah dalam perjalanan pulang dari asrama tempat anak keduanya tinggal sementara.

Namun nahas, saat sampai di depan gerbang, ia mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya.

Dari cerita tetangga, sosok Bambang selama ini dikenal sebagai pria yang lembut dan ramah kepada semua orang.

Ia juga sering terlihat sering mengantar dan menjemput anaknya sejak sang anak masih duduk di bangku SD.

"Seingat saya, Pak Bambang ini sejak anaknya SD sudah biasa antar jemput," ujar tetanggannya.

Sementara itu, di mata mantan muridnya Bambang merupakan guru yang banyak disenangi.

"Orangnya baik, jika ngajar jarang marah," ujar Indra mantan murid dari Bambang.

Ia juga dikenal sebagai guru yang tak gengsi dan canggung saat pulang berjalan kaki dengan anak-anak didiknya.
 

(Kompas.com/Candra Setia Budi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kecelakaan Bus Mira di Nganjuk-Madiun, Sebelum Tewas Korban Sempat Ambil Video",

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved