Kota Kupang Ranking I Penderita HIV/AIDS, Sedih!

Wilayah Kota Kupang menempati urutan pertama penderita HIV/AIDS terbanyak di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
drg. Retnowati Kadis Kesehatan Kota Kupang di ruang kerjanya, Senin (9/9/2019). 

"Dia yang tahu saya saat ngedrop. Dia yang selalu memberikan obat. Dia yang menjadi motivasi saya untuk bertahan sampai sekarang. Dia pernah berkata, Bunda harus bisa melihat kakak sampai dewasa, kuliah," ungkap Isye, dengan mata 
berkaca-kaca.

Berkat anaknya, ia bisa menerima penyakitnya dengan ikhlas tanpa merasa benci pada suaminya. Sebab, pada awal divonis HIV, kerap ada kalimat, "gara-gara kamu (suaminya), saya jadi seperti ini".

Namun, semakin lama, ia melihat rasa dendam terhadap suami tidak akan menyelesaikan masalah. Rasa minder yang menderanya pun tidak akan mengubah status HIV positifnya.

Ia pun mulai membuka statusnya kepada orang lain. Ada yang mendukung, ada pula yang malah memberikan stigma.

 Sifat Asli Kaesang Terbongkar di Restoran Miliknya, WarganetEnggak Kayak Anak Presiden! Gemes!

 Jadi Istri Pangeran Keraton Solo,Inilah Tampilan Sederhana Dokter Reisa Broto Asmoro,Tanpa Tas Mahal

 Sering Tampil Seksi, Camila Cabello Berhijab di Depan Masjid, MashaAllah You Are Beautifull

"Orang tahu saya tertular dari suami. Tapi, suka ada orang yang berkarta, kamu dulunya nakal sih dan lain-lain," ucap dia.

Meski stigma kerap menghampiri perjalanan hidupnya. Ia bertekad menjalankan hidupnya dengan bekerja dan mengurus keluarga.

Hingga suaminya meninggal tahun 2011.

Beberapa tahun kemudian ia menikah lagi dengan sesama pengidap HIV dan dikaruniai satu orang anak. Suami keduanya meninggal pada 2018.

"Sekarang saya single parent. Tidak mudah, tapi saya dan anak-anak menjalankannya dengan baik," ucap dia.

Saat ini, anak pertamanya sudah menginjak semester 3 salah satu perguruan tinggi di Bandung dan anak keduanya baru masuk SD.

"Mereka negatif (HIV)," tutur dia.

Sepak bola Selain mengurus anak, Isye kini aktif di Rumah Cemara dan bekerja di Female Plus sebagai pendukung sebaya. Dari pekerjaannya di LSM inilah, ia bisa menghidupi keluarganya.

Ia pun tetap aktif berolahraga. Bahkan, ia terpilih menjadi satu-satunya wanita dalam Tim Nasional Homeless World Cup (HWC) 2019.

Isye bersama timnya akan mewakili Indonesia untuk berlaga di Cardiff City, Inggris, pada 27 Juli-3 Agustus 2019.

Perjuangan Isye untuk gabung di Timnas HWC 2019 tidak diperoleh dengan mudah. Ia memulainya di tahun 2013 saat menjuarai pertandingan sepak bola tingkat Jabar.

 Mantan Polwan ini Istri Ahok Sekarang Hamil, Lihat Dereten Penampilan Puput dengan Perut Buncit

 LIVE TVRI! Link Live Streaming dan Jadwal Japan Open 2019, Greysia/Apriyani Lolos Perempat Final

Tadinya, Isye akan diberangkatkan dengan tim HWC lainnya pada 2014, namun batal.

Tak mau menyerah, ia kemudian ikut seleksi di 2019 dan menjadi peserta perempuan satu-satunya.

Selama seleksi dan latihan, ia mengaku tidak pernah canggung, walau semua anggota tim lainnya laki-laki.

Ia tetap latihan serius mengocek bola dan berperan maksimal sebagai pemain depan.

Isye dinyatakan lolos dan akan segera bertolak ke Inggris untuk mengikuti pertandingan.

Dalam HWC ini, Isye mengangkat isu perempuan HIV positif, bahwa mereka tetap bisa berkarya.

"Jangan menyerah sehingga dipandang sebelah mata. Kita bisa bangkit sama seperti laki-laki," kata dia.*

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved