Kota Kupang Ranking I Penderita HIV/AIDS, Sedih!
Wilayah Kota Kupang menempati urutan pertama penderita HIV/AIDS terbanyak di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT).
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
“Kita perlu melipatgandakan upaya penanggulangan, agar tidak kalah cepat dengan laju HIV/AIDS itu sendiri, salah satunya memperkuat posisi dan jumlah KDPA,” tuturnya. (*)
Kisah Isye Wanita Tertular HIV, Sang Anak: Bunda Harus Melihat Kakak Dewasa! Kini Wakili Indonesia di HWC
BANDUNG - Isye Susilawati menghela nafas. Pikirannya menerawang ke masa lalu, saat-saat terberat dalam hidupnya, akhir 2005 silam. Tahun itu, Isye divonis HIV positif.
Ia tertular dari suaminya, pengguna narkoba dengan jarum suntik.
Mendapat vonis itu, Isye terpukul. Ia minder, tidak percaya diri, jatuh terjerembab, dan merasa hampa.
Apalagi, selama ini ia merasa tidak pernah berbuat aneh, nakal, atau melakukan hal-hal berisiko tinggi yang bisa membuatnya terkena HIV-AIDS.
"Berat banget untuk mengakui dan menerima saya HIV positif. Butuh waktu dua tahun untuk saya bisa menerima ini," ujar Isye, kepada Kompas.com, di Bandung, belum lama ini.
Puncaknya, saat ia mengalami diare akut dan kandidiasis oral selama tiga pekan.
Berat badannya turun 23 kilogram dari 50 kilogram menjadi 27 kilogram.
Badannya yang kurus kering membuatnya enggan melihat kaca.
Kalau melihat kaca, bawaannya ingin membanting kaca tersebut.
Saat-saat terberat ini dilaluinya bersama keluarga terutama anaknya yang saat itu masih berusia 5 tahun.
Anak terbesarnya inilah yang merawat Isye.
Saat ia merintih kesakitan karena penyakitnya, sang anak yang memberinya obat.
Semakin besar, anaknya pula yang mengingatkan Isye untuk meminum ARV dan cek rutin ke dokter.