News

Embung di Desa Nasi Tiba-tiba Mengering, Anggota DPRD TTS Menduga Dikerjakan Asal Jadi

Kepala Dusun C, Samuel Tefi, mengakui embung itu sudah mengering sejak akhir Agustus lalu

Embung di Desa Nasi Tiba-tiba Mengering, Anggota DPRD TTS Menduga Dikerjakan Asal Jadi
POS KUPANG/DION KOTA
Nampak Embung mini di Dusun C, Desa Nasi dalam kondisi mengering 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Warga Desa Nasi, Kecamatan Amanatun Utara-TTS meminta embung mini yang dibangun tahun 2018 lalu di Dusun C menggunakan dana desa segera diperbaiki. Pasalnya, air di embung itu cepat mengering karena resapannya tinggi.

Kepala Dusun C, Samuel Tefi, mengakui embung itu sudah mengering sejak akhir Agustus lalu. Padahal, warga setempat belum memanfaatkan air di embung itu karena selama ini keruh. Diduga, air dalam embung tersebut mengering karena resapannya tinggi.

Samuel Tefi meminta agar pemerintah desa segera memperbaiki kualitasnya agar embung mini itu bisa lebih lama menampung air.

"Rencananya masyarakat mau pakai airnya saat musim kemarau saat ini, tetapi ternyata air dalam embung sudah kering.
Masyarakat terpaksa ambil air di tempat yang lebih jauh lagi. Kita berharap pemerintah desa bisa segera memperbaiki embung tersebut sehingga bisa lebih lama menampung air," pinta Samuel.

Ketua RT 12/RW 06, Moses Liunome, mengaku kecewa dengan kualitas pekerjaan embung mini tersebut. Pasalnya, embung yang dibangun menggunakan dana desa itu tidak mampu menampung air dalam jangka waktu lama.

Padahal, masyarakat setempat hendak memanfaat air embung untuk bercocok tanam saat musim kemarau, namun urung dilakukan karena air embung mengering.

"Kita minta untuk perbaiki secepatnya mumpung masih musim kemarau. Biar kalau musim hujan tiba sudah bisa berfungsi dengan baik. Ini masyarakat mau tanam sedikit-sedikit tidak bisa karena air di embung sudah kering sendiri," ujarnya.

Anggota DPRD TTS dari Fraksi Hanura, Dominggus Beukliu, mengaku prihatin setelah melihat kondisi embung di Dusun C, Desa Nasi tersebut.

Dirinya mempertanyakan kualitas bangunan embung yang dikerjakan tahun 2018 tersebut. Ia curiga embung tersebut dikerjakan asal jadi sehingga tidak mampu menampung air dalam kurun waktu yang lama.

Dirinya mempertanyakan kualitas kerja dari tim teknis dana desa sehingga bisa meloloskan pekerjaan embung tersebut.

"Kasihan, uang sudah habis banyak baru embung model begini. Mana baru akhir Agustus air sudah kering sendiri. Padahal masyarakat belum pakai sama sekali. Sata minta tim teknis dari Dinas PU TTS tolong turun lihat untuk verifikasi kualitas embung ini. Kalau betul kerja asal jadi, harus ada sanksi tegas dari Pemda TTS," pinta Dominggus.

Sementara itu, Kades Nasi, Markus Tafuli, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler belum memberikan jawabkan. Telepon dan SMS yang dikirim hingga saat ini belum dijawab. *

Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved