Berita Kota Kupang

Pra Peradilan Korupsi NTT Fair Yuli Afra Ditolak, Ini Yang Akan Dilakukan Penyidik Kejati NTT

Pra-peradilan tersangka kasus korupsi proyek NTT Fair, Yuli Afra, memasuki klimaks.

Pra Peradilan Korupsi NTT Fair Yuli Afra Ditolak, Ini Yang Akan Dilakukan Penyidik Kejati NTT
Ryan Nong
Sidang gugatan pra peradilan Kasus NTT Fair Yulia Afra 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Proses Pra-peradilan tersangka kasus korupsi proyek NTT Fair, Yuli Afra, terhadap Jaksa Agung RI cq Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT atas penetapan tersangka dan penahanan dirinya memasuki klimaks.

Gugatan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (pupr) Provinsi NTT itu ditolak hakim tunggal, Fransiska DP Nino, SH. MH, dalam sidang putusan yang berlangsung di Pengadilan Negeri kelas 1A Kupang, Kamis (5/9/2019).

Dalam sidang yang berlangsung sejak Pukul 16.25 Wita hingga Pukul 17.05 Wita, Hakim Fransiska membacakan Putusan No: 07/Pid.Pra/2019 tanggal 5 September 2019 yang menetapkan bahwa proses penyidikan, penetapan tersangka serta penahanan terhadap Julia Afra dinyatakan sah menurut hukum.

Ini Spesifikasi dan Harga Resmi Galaxy A50s di Indonesia.

Putusan tersebut dibuat dengan dasar tiga pertimbangan.

Pertimbangan pertama, terkait dengan pemohon tidak dapat diminta pertanggungjawaban sehingga ditolak karena sudah masuk pokok perkara dan itu merupakan kewenangan penyidik.

Selain itu, pertimbangan kedua menyebutkan, penyidikan tidak prematur, penetapan tersangka dan penahanan terhadap pemohon adalah sah karena secara formil sudah sesuai dengan putusan MK dan merujuk ke Pasal 184 KUHAP, serta pertimbangan peristiwa dalam pekerjaan NTT Fair adalah mengarah ke hukum publik sehingga dalil pemohon tidak beralaskan hukum.

Dalam sidang putusan tersebut, hadir Jaksa Benfrid CM Foeh, SH, mewakili pihak termohon.

Ramalan Zodiak Cinta Besok 7 September 2019 Virgo Selingkuh Gemini Dapat Ciuman Aquarius Cinta Baru

Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Pathor Rohman, SH, MH, melalui Kasi Penkum, Abdul Hakim, mengatakan dengan penetapan putusan terhadap gugatan praperadilan maka penyidikan dinyatakan sah dan proses hukum terhadap tersangka tindak pidana korupsi Yuli Afra dilanjutkan.

"Penetapan tersangka, penyidikan dan penahanan dinyatakan sah, maka proses hukum terhadap tersangka dilanjutkan," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved