Dirut Bank NTT Lakukan Pertemuan dengan AABI, Ini yang Dibahas
Bank NTT melakukan pertemuan dengan Asosiasi Aspal dan Beton Indonesia (AABI) di Lantai II Beer & Barrel Sotis Hotel, Rab
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Bank NTT melakukan pertemuan dengan Asosiasi Aspal dan Beton Indonesia (AABI) di Lantai II Beer & Barrel Sotis Hotel, Rabu (4/9/2019).
Direktur Utama Bank NTT, Izakh Eduard Rihi hadir menyampaikan road map masyarakat NTT dengan tema "Transformasi Bank NTT Menuju NTT Bangkit, NTT Sejahtera Melalui Masyarakat Ekonomi NTT".
Izakh mengatakan Bank NTT menjadi mitra utama pemerintah yang mengawal lima pilar dari visi Gubernur NTT. Salah satunya dengan memberikan aplikasi gratis untuk pajak daerah di tempat-tempat usaha.
Saat ini, kata Eduard Bank NTT mulai berubah menjadi Rumah Perbendaharaan Rakyat. Jadi semua aset dikelola oleh Bank NTT untuk kesejahteraan masyarakat.
• Pemasangan Pin Emas Bagi DPRD NTT Dilakukan Secara Simbolis
• Pemain Persib Bandung Nick Kuipers Singgung Bobotoh saat Ditanya Rencananya, Simak YUK
" Bagaimana melancarkan keuangan masyarakat dan pengusaha untuk kesejahteraan. Kita akan membuka akses kepada seluruh masyarakat untuk mempercepat perputaran keuangan," ujarnya.
Bank NTT, lanjutnya akan membuat prodak inovatif dengan tidak membangun kantor fisik baru tapi kantor Bank NTT nantinya ada pada genggaman 5,4 juta penduduk NTT. Karena nantinya masyarakat sudah bisa bertransaksi perbankan dengan gadget dengan aplikasi NTT Pay.
"Ini akan diluncurkan NTT Pay bisa digunakan masyarakat untuk transaksi perbankan, beli online, pesan hotel dan lainnya. Jadi semua bisa menggunakan NTT Pay. Sistem ini akan dibangun sehingga masyarakat ekonomi NTT cashless," tuturnya.
Eduard mengatakan jadi ke depan Bank NTT akan membangun dengan teknologi karena NTT provinsi kepulauan.
Ia menyampaikan grand strategis Bank NTT adalah berperan aktif dalam program penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di NTT melalui pemberdayaan ekonomi rakyat. Kemudoan mendorong terciptanya percepatan pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan infrastruktur pelayaan public dan industrialisasi komoditi unggulan NTT.
Ia berharap dari NTT tidak lagi mengeluarkan prodak mentah tapi prodak jadi. Karena untuk sejahtera harus menjual prodak. Prodak dari industri sehingga da fungsi bank untuk ekonomi.
Ia juga menjelaskan rencana pembiayaan industri sektor unggulan daerah seperti industri pengolahan ternak, industri pengolahan jagung, ubi, industri pengolahan hasil perikanan, industri pariwisata, properti kos, home stay, perdagangan supermarket, minimarket san pasaran moderen serta media. Sedangkan untuk UMKM akan didorong di bidang peternakan, kelor, jagung, ubi, perikanan, kerajinan rakyat dan pariwisata.
"Bank NTT ke depan akan menjadi pintu masuk investasi dan pengelolaan keuangan di bank NTT. Setelah melakukan maping ekonomi maka kita akan mendapatkan maping ekonomi NTT. Semua masyarakat perusahaan dan Bank NTT akan tersistem. Jadi ini akan dikawal oleh KPK," ujarnya. (*)