Ngeri! Robot Mulai Ancam Masa Depan Manusia, Ustadz Yusuf Mansur Minta Lakukan Hal Ini

Ngeri! Robot Mulai Ancam Masa Depan Manusia, Ustadz Yusuf Mansur Minta Lakukan Hal Ini

Ngeri! Robot Mulai Ancam Masa Depan Manusia, Ustadz Yusuf Mansur Minta Lakukan Hal Ini
Kolase/Instagram/BBC
Ngeri! Robot Mulai Ancam Masa Depan Manusia, Ustadz Yusuf Mansur Minta Lakukan Hal Ini 

Robot mulai mengambil alih pekerjaan manusia, perlukah mereka kena pajak? 

"Otomatisasi telah melanda kota-kota Manufaktur. Di tempat-tempat itu, tingkat pernikahan menurun, kejahatan meningkat, tingkat kematian naik karena bunuh diri, alkohol dan narkoba,"kata Dr Carl Frey seperti dikutip dari BBC.

Peneliti dari University of Oxford ini menyampaikan gambaran yang muram di pusat industri Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Ikat Pinggang Karat - kota-kota seperti Flint, Detroit dan Cleveland yang sebelumnya menjadi ujung tombak pertumbuhan berdasar sektor Manufaktur.

Dr Frey mengatakan para buruh di kota-kota ini dikalahkan Robot. Jadi apa yang akan terjadi jika mesin menggantikan kita?

Jika para buruh kehilangan pekerjaan, mereka tidak akan membayar pajak dan di kebanyakan negara barat mereka akan dapat mengklaim tunjangan pengangguran. Ini sangat membebani negara bagian.

Di AS, 48% pemasukan federal berasal dari pajak pemasukan perseorangan, dan 35% berasal dari pajak asuransi sosial - hanya 9% yang berasal dari pajak perusahaan.

Untuk menutupi kekurangan pemasukan dari pajak penghasilan, banyak pihak mendukung pengenaan pajak pada Robot.

Teknologi

Kemajuan ilmu pengetahuan dan Teknologi selalu untuk membantu, disamping juga sebagai pengacau.

Truk tanpa sopir
Image captionTruk tanpa pengemudi sekarang digunakan. (GETTY IMAGES)

Revolusi industri pertama membantu kita meninggalkan penggunaan tenaga binatang, revolusi industri kedua menciptakan peningkatan besar-besaran penggunaan listrik dan produksi massal. Zaman komputer memperlihatkan peningkatan efisiensi dan semakin cepatnya percampuran informasi.

Halaman
1234
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved