Selasa, 28 April 2026

BREAKING NEWS : Remaja 12 Tahun Ini Tewas Usai Digigit Anjing Rabies

beberapa hari di RSUD Ben Mboy, Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai. Namun keluarga AP memutuskan membawa pulang AP ke rumah.

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
KOMPAS.com/Dok. DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KAB. DOMPU
Petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu sedang melakukan vaksinasi pada anjing peliharaan warga. 

"Pemerintah tentu berkewajiban untuk menjada dan melindung agar masyarakat tidak ancaman penyakit zoonosis. Rabies adalah penyakit hewan menular yang akut bersifat zoonosis (dapat menular dari hewan ke manusia ) dan sulit diberantas. Sekali muncul gejala klinis penyakit rabies pada penderita baik pada hewan maupun manusia selalu diakhiri dengan kematian. Bahaya rabies ini akan mengakibatkan timbulnya rasa cemas, rasa takut serta keresahan masyarakat pada umumnya," ujar Kadis Tintin.

Ia mengatakan, ke depan perlu ada kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak untuk memberantasnya.

"Kegiatan eliminasi pernah dilaksanakan mulai tahun 2009 sampai tahun 2013 dengan jumlah anjing yang dieliminasi sebanyak 5.550 ekor sejak tahun 2014 sampai dengan sekarang kegiatan eliminasi dihentikan dan hanya dilaksanakan melalui vaksinasi masal setiap tahun. Pertumbuhan populasi hewan penular Rabies di Kabupaten Matim Timur kurang terkendali ditambah dengan pola pemeliharaan yang kurang tertib merupakan potensi yang besar bagi penyebaran penyakit Rabies," paparnya.

Dia mengatakan, ada masalah dalam upaya penanggulangan rabies di antara lain, kesadaran masyarakat dalam mendukung upaya penanggulangan Rabies masih rendah dan pola pemeliharaan HPR yang kurang tertib serta kasus gigitan HPR tersangka Rabies cukup tinggi sementara persediaan VAR terbatas. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COK, Aris Ninu)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved