BREAKING NEWS : Remaja 12 Tahun Ini Tewas Usai Digigit Anjing Rabies
beberapa hari di RSUD Ben Mboy, Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai. Namun keluarga AP memutuskan membawa pulang AP ke rumah.
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
"Jangan pernah membiarkan anjing anda tidak di-vaksin rabies. Karena anjing yang tidak divaksin rabies sama dengan teroris, sewaktu-waktu akan menebar ancaman kematian," imbau Asep Purnama.
Pria Maumere Digigit Anjing Peliharaan Ternyata Positif Rabies
Inilah akibatnya menolak anjing peliharaan disuntik Vaksin Anti Rabies (VAR).
Pria di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, digigit anjing rabies, Senin (19/8/2019).
Pemeriksaan Balai Besar Veteriner Bali (BBVet) di Denpasar, Kamis (22/8/2019) menyimpulkan gigitan anjing tersebut positif rabies.
Informasi dihimpun pos-kupang.com, Jumat (23/8/2019) menegaskan pemilik anjing ini beberapa waktu lalu pernah melarang vaksinator memvaksin anjingnya.
"Kalau anjing tidak divaksin, anjing tidak mempunyai kekebalan terhadap virus rabies dan ketika digigit anjing rabies, maka virus rabies berkembang biak di dalam tubuh anjing yang tidak divaksin itu. Ketika muncul gejala rabies, anjing akan beringas dan menggigit siapa saja termasuk tuan sendiri," ujar Sekretaris Komite Rabies Flores-Lembata, dr Asep Purnama SPd kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (23/8/2019).
Jika anjing tidak divaksin rabies, kata Asep Purnama, anjing di daerah endemis rabies sangat berisiko tertular rabies akan menebar ancaman kematian kepada siapa saja, termasuk kepada pemiliknya.
"Pemerintah sudah peduli menyiapkan vaksin rabies secara gratis. Siapkan anjing kita masing-masing. Kita sambut dan dukung vaksinator anjing. Pekerjaan mereka sangat berisiko tinggi digigit anjing saat melakukan tugasnya," imbau Asep Purnama. (laporan wartawan pos-kupang.com, eginius mo'a)
Gigitan Hewan Rabies di Manggarai Timur, Sudah 2.401 Kasus, 13 Orang Meninggal Dunia
POS-KUPANG.COM | BORONG - Dalam 10 tahun terakhir sejak tahun 2009 hingga 2019 ada 2.401 kasus akibat gigitan hewan penular rabies, terjadi di Kabupaten Manggarai Timur (Matim).
Dari jumlah itu ada 13 orang telah meninggal dunia usai terkena gigitan.
Kadis Kesehatan Matim, dr. Surip Tintin yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (5/8/2019) siang, menjelaskan, kasus gigitan hewan rabies setiap tahun terus meningkat dan sejak tahun 2009.
"Sesuai data ada 2.401 kasus akibat gigitan hewan penular rabies. Korban meninggal dunia terakhir pada tahun 2018 sebanyak satu orang dan tahun 2019 periode Januari hingga Juni sebanyak 400 kasus," kata Kadis Tintin.
Dia mengungkapkan, Matim dan pulau Flores umumnya merupakan daerah endemik rabies maka itu untuk pengendalian zoonosis lebih difokuskan pada upaya menanggulangi penyakit Rabies.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/489-warga-dompu-jadi-korban-gigitan-anjing-rabies-empat-orang-dilaporkan-meninggal-dunia.jpg)