Kades Teodorus Prihatin Padang Savana di Nagekeo Hampir Semua Ludes Terbakar
padang savana didaerah perbatasan Desa Dhereisa dan Renduwawo Kabupaten Nagekeo ludes terbakar.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Kades Teodorus Prihatin Padang Savana di Nagekeo Hampir Semua Ludes Terbakar
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Kepala Desa Renduwaw, Teodorus Aru, merasa prihatin atas peristiwa kebakaran lahan, bukit dan padang savana dibeberapa wilayah di Kabupaten Nagekeo.
Kades Teodorus mengaku perilaku orang yang membakar sembarangan adalah sangat tidak terpuji karena sangat merugikan lingkungan.
Ekosistem lainnya sangat dirugikan bahkan warga lain merasakan dampak yang luar biasa akibat kebiasaan membakar padang savana sembarangan.
"Kita sangat prihatin. Ini sangat mengganggu. Apalagi padanga savana dipinggir jalan tentu sangat mengganggu pengendara," ungkap Teodorus, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (2/9/2019).
Teodorus mengatakan upaya yang ia lakukan saat ini adalah berkoordinasi dengan semua ketua RT dan RW serta tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama serta pemuda untuk memastikan setiap wilayah aman dari bencana kebakaran.
Bagi Teodorus, kebakaran adalah salah satu bencana. Bencana itu bahkan sengaja dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab.
"Bapak Camat sudah berkoordinasi dengan kami khusus di Aesesa Selatan soal ini. Kendalanya adalah kita tidak bisa tau orang yang bakar. Memang ada yang sengaja dan ada yang tidak, kadang mungkin orang buang puntung rokok sembarang dipinggir jalan. Apalagi tumbuhan ilalang yang sudah sangat kering, bila disentuh api sedikit langsung menyala besar membakar semua padang," papar Teodorus.
Breakingnews: Di Nagekeo Padang Savana Ludes Terbakar
Sebelumnya, padang savana didaerah perbatasan Desa Dhereisa dan Renduwawo Kabupaten Nagekeo ludes terbakar.
Api dengan begitu cepat membakar lahan, padang savan dan bukit yang luas sekitar 3 hektar lebih.
Padang savana dan bukit tersebut ludes dilalap api. Api juga terlihat masuk hingga ke badan jalan akibat ditiup angin.
Beberapa pengendara, mengaku kewalahan ketika melintas karena api sudah sampai dipinggir kiri-kanan jalan ketika melintas.
Yang lebih mengganggu lagi adalah asap mengepul menghalangi pengendara ketika melintas.
"Asap mengepung kita tadi pas lewat. Kita harus hati-hati. Inikan kebakaran dipinggir jalan. Kasihan pengendara," ujar Emandus Doa (40) yang hendak menuju Boawae, Sabtu (31/8/2019).
Emandus mengaku sudah seringkali mengalami hal yang sama ketika melintasi jalur Danga-Aemali. Pasti akan menemukan kebakaran lahan dipinggir jalan.
Ia mengatakan kebakaran hutan menjadi perhatian pemerintah.
Pengendara lainnya, Servasius Doro (20) mengatakan musim kemerau panjang akan berdampak pada banyak hal. Satu diantaranya lahan menjadi sasaran oknum bertanggungjawab.
Ia berharap agar ada aturan dan denda supaya ada efek jera kepada pelaku jika kedapatan membakar hutan dan lahan sembarangan.
Ia mengaku kesal karena warga dengan sengaja membakar lahan.
"Dipinggir jalan itu api banyak. Awas mesti hati-hati," ujarnya.
Pantauan POS-KUPANG.COM, api begitu cepat melalap. Beruntung kebakaran tersebut jauh dari perkampungan warga.
Lokasi kebakaran juga tak hanya dipadang savana, api juga merabat ke badan jalan.
• KEJAM, Ayah Bunuh Anak dengan Pisau di Palangkaraya, Begini Kronologi dan Pengakuan Pelaku
• Sidang Pembahasan Tatib DPRD Mabar Dihadiri 25 Orang Dari 30 Anggota
• DPRD TTU Pertanyakan Keseriusan Pemda TTU dalam Mengurus 22 Desa yang Turun Status
Beberapa pengendara tampak berhati-hati saat melintas.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)