Anak Bayi Tewas dalam Ember dengan Mulut Tersumbat Kain, Oknum Mahasiswi Mengaku Telah Melahirkan
Bayi laki-laki seberat 3 kilogram ditemukan tak bernyawa di dalam ember dengan mulut disumpal kain dan ari-ari masih menempel pada tubuh korban.
Lantaran kondisi LGW tak kunjung membaik, esok harinya atau Jumat (30/8/2019), LGW diajak ibunya, NKS (42) berobat ke Puskesmas Sukawati, untuk memastikan penyakitnya.
Setelah diperiksa dokter puskesmas, dikatakan dokter bahwa LGW habis melahirkan seorang bayi.
Untuk memastikan hal tersebut, mereka kembali melakukan pemeriksaan ke sebuah rumah sakit di Sukawati.
Hasil pemeriksaan di RS ini senada dengan pemeriksaan puskesmas.
Di rumah sakit tersebut, LGW akhirnya mengakui telah melahirkan seorang anak.
Kini polisi masih menunggu pemulihan LGW untuk dimintai keterangan.
Tautan artikel Tribun-Bali.com dengan judul: BREAKING NEWS! Mulut Bayi Seberat 3 Kg Disumpal Kain Dibiarkan Dalam Ember, Begini Kondisinya
Fakta Ayah Lempar Bayi ke Tembok; Baru 6 Hari Nikah Setelah Kenalan Lewat Aplikasi Kencan 4 Hari
Sisi lain kasus bayi berusia 15 bulan dilempar ke tembok 3 kali hingga tewas oleh ayah tiri, terkuak ke publik.
Pelaku ternyata baru enam hari menikah dengan ibunda bayi nahas bernama Dianwardah tersebut.
Dikutip dari tribunjakarta.com, Danis Aprilia (36), ibu dari korban, mulanya berkenalan dengan tersangka Roni Andriawan (39) lewat aplikasi kencan.
Perkenalan itu berlangsung sangat singkat. Empat ahri berselang, keduanya langsung menikah.
Namun, menikahi pria yang baru dikenalnya empat hari justru menjadi malapetaka bagi Danis Aprilia.
Saat usia perkawinan baru menginjak enam hari, Roni secara keji melempar anak Danis, Dianwardah (15 bulan) ke tembok sebanyak tiga kali, dan akhirnya meninggal dunia.
Peristiwa tragis itu terjadi di rumah, sekaligus warung makan bebek rica-rica milik tersangka di Jalan Pasir Rindu, Kampung Ceper, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.