Ampera Desak Kejati NTT Usut Kasus Dugaan Korupsi Proyek Air Bersih Flotim

Ampera Desak Kejati NTT Usut Kasus Dugaan Korupsi Proyek Air bersih di Flores Timur

Ampera Desak Kejati NTT Usut Kasus Dugaan Korupsi Proyek Air Bersih Flotim
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Ampera Flotim saat menggelar unjuk rasa di Kantor Kejati NTT, Kamis (29/8/2019) 

Ampera Desak Kejati NTT Usut Kasus Dugaan Korupsi Proyek Air bersih di Flores Timur

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat ( Ampera) Flores Timur mendesak Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) usut kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jaringan air bersih di Ile Boleng Kabupaten Flores Timur.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Ampera Flotim, Enjelbertus Boli, saat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejati NTT, Kamis (29/8/2019).

KPK Soroti 153 Kapling Tanah Milik Pemkot Kupang Terindikasi Dikuasai Pihak Ketiga

Ampera mendesak agar Kejati NTT melakukan pemerikasaan terhadap tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Flotim dan badan anggaran DPRD Flotim terkait pengangaran kegiatan pembangunan jaringan air bersih Ile Boleng senilai 10 miliar lebih pada dinas PUPR Flotim.

Selain proyek pembagunan jaringan air bersih Ile Ape, Ampera juga mendesak Kejati mengusut dugaan korupsi pada kegiatan peremajaan, pemangkasan dan penjarangan jambu mente dan penilaian pohon induk papa dan cengke.

"Kami menduga adanya penyalahgunaan wewenang dalam proses pengangaran yang mengakibatkan kerugian negara dan masyarakat Flores Timur," kata dia.

Polisi Tetapkan 4 Tersangka Dalam Kasus Penganiayaan Siswa SMP di SMPN 16 Kota Kupang

Dia mengaku telah menyerahkan dokumen dan pernyataan sikap Ampera kepada pihak Kejati NTT. "Kami juga akan terus mengawal persoalan ini sampai selesai," tegasnya.

Ia menjelaskan rapat komisi gabungan DPRD Flotim sebelumnya tidak menyetujui anggaran ini. "Sumber anggarannya dari dana alokasi umum (DAU) tapi DPRD tidak setuju karena tidak didukung perencanaan teknis yang memadai dari instansi terkait," ungkapnya.

Selain itu, kata di, kegiatan pembangunan jaringan air bersih di Kecamatan Ile Boleng juga tidak terakomodir dalam rancangan APBD 2018 Kabupaten Flores Timur.

Menurutnya, tidak tepat anggaran 10 miliar lebih tersebut dimasukkan dalam APBD 2018 karena item kegiatan tidak ada dalam dokumen KUA PPAS dan tidak terakomodir dalam rancangan APBD maupun evaluasi Gubernur NTT.

Ia mengatakan Ampera juga meminta Gubernur NTT memberikan perhatian serius terhadap evaluasi RANPERDA APBD Kabupaten Flores Timur termasuk memastikan keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran,pelaksanaan dan pengawasan APBD Flotim. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved