Penuhi Tingginya Kebutuhan Transfusi Darah, RS Siloam Kupang Siagakan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS)
– Rumah Sakit (RS) Siloam Kupang menyiagakan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) untuk memenuhi kebutuhan transfusi darah bagi pasien di yang m
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM | KUPANG – Rumah Sakit (RS) Siloam Kupang menyiagakan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) untuk memenuhi kebutuhan transfusi darah bagi pasien di yang membutuhkan di rumah sakit tersebut
. Bank Darah tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan darah yang makin tinggi dari para pasien yang mengakses perawatan di rumah sakit swasta terbesar itu.
• Jefri Riwu Kore Ajak Anggota DPRD Kota Kupang Bahu Membahu Bangun Kota Kupang
“Meningat jumlah kebutuhan darah itu cukup tinggi di sini, kita sudah mengantisipasinya dengan membangun Bank Darah Rumah Sakit (BDRS),” ujar Direktur Eksekutif RS Siloam Kupang dr. Has Lie kepada POS-KUPANG.Com pada Senin (26/8/2019).
• Mantan anggota DPRD Kota Kupang Dapat Ucapan Terima Kasih Tanpa Cinderamata, Ini Alasannya
Ia mengatakan bahwa beberapa minggu belakangan, RS Siloam memang mengalami kendala karena suplai darah dari PMI terganggu, namun demikian, hal tersebut sudah berjalan normal sejak dua pekan silam.
“Saat ini di Siloam Kupang kita tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan darah. Unit Transfusi Darah PMI di Kota Kupang selama ini mensuport Rumah Sakit Siloam karena Siloam memiliki Bank Darah Rumah Sakit sendiri,” katanya.
• Masih Ingat DPO Kasus Penipuan dan Penggelapan yang Dibekuk di Makassar, Ini Perkembangan Kasusnya
Ia menjelaskan, ketika persediaan kantong darah di BDRS sudah mulai habis, maka PMI akan mendistribusikan kantong darah sesuai dengan kebuthan dan permintaan rumah sakit untuk dapat dipergunakan. Kantong kantong darah tersebut akan disimpan di kulkas darah pada BDRS Rumah Sakit untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan pasien.
Namun demikian, ia juga mengungkapkan bahwa selain dari BDRS, keutuhan darah pasien juga biasa didapatkan dari keluarga pasien yang memiliki keinginan untuk mendonorkan darahnya untuk pasien tersebut.
Ia menjelaskan bahwa memang ada beberapa pasien yang memiliki keinginan kalau sakit dan membutuhkan transfusi darah maka ada anggota keluarga yang akan siap untuk mendonorkan darahnya.
• 3 Pemain Persib Bandung Salah hingga Terjadi Gol Badak Lampung FC, Bojan dan Jupe? Ini Fotonya
“Itu kalau memeng ada keinginan khusus dari keluarga, tetapi di saat jumlah stok darah dari PMI terbatas juga maka salah satu cara, dari keluarga kita harapkan untuk bisa mendonor,” katanya.
Selain itu, katanya, apabila terjadi kendala dalam mendapatkan darah dari PMI, RS Siloam juga punya list pedonor yang berasal dari staf rumah sakit. Para pendonot tersebut juga telah dibagi berdasarkan jenis golongan darah dan memang disiapkan apabila ada kebutuhan urgent dan mendadak.
Sumber lain, tambahnya, ada pula group kesehatan di Kota Kupang yang sangat konsen untuk penyediaan darah dengan melakukan donor darah secara rutin.
Untuk memdapatkan kantong darah tersebut, rumah sakit yang biasanya langsung berhubungan atau bekerjasama dengan PMI. Pasien tidak membayar sendiri biaya pengadaan darah karena inklud dengan seluruh pembiayaan perawatan rumah sakit. Dan biaya satu kantong darah itu berkisar Rp 360 ribu.
Proses skrining darah biasanya dilaksanakan di PMI sebelum donor darah. Di rumah sakit hanya dilaksanakan proses crossmatch untuk mencocokan penerima dan darah yang akan ditransfusi. Namun demikian ia menjelaskan bahwa pengalaman selama ini di RS Siloam, tidak ada kendala terhadap darah yang didistribusikan dari PMI.
Terkait kebutuhan darah, ia mengatakan bahwa pada umumnya kebutuhan darah diberikan atau ditransfusikan bagi pasien kurang darahseperti gagal ginjal, pasien perdarahan saluran cerna, pasien yang rencana tindakan operasi atau setelah tindakan operasi, serta pasien gangguan kelainan darah seperti talasemia dan hemophilia.
Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) Siloam dikepalai oleh Dr Samson E. Theron Sp.PK, yang juga menjabat sebagai kepala Departemen Laboratorium RS Siloam. (hh)