Yance Tara Ama Petani Sayur di Desa Matawai Torung, Sumba Timur Raup Omzet Jutaan Rupiah

Yance Tara Ama Petani Sayur di Desa Matawai Torung, Sumba Timur Raup Omzet Hingga Jutaan Rupiah

Yance Tara Ama Petani Sayur di Desa Matawai Torung, Sumba Timur Raup Omzet Jutaan Rupiah
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Yance Tara Ama sedang menyiram sayur budidayanya. 

Yance Tara Ama Petani Sayur di Desa Matawai Torung, Sumba Timur Raup Omzet Hingga Jutaan Rupiah

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -Para petani pembudidaya sayuran di Kali Kalela, Desa persiapan Matawai Torung, di Kecamatan Ngaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur meraup omzet setiap kali panen hingga mencapai jutaan rupiah.

Petani pembudidaya Sayur setempat, Yance Tara Ama (48) ketika ditemui POS-KUPANG.COM, Minggu (25/8/2019) mengatakan, ia menggeluti budidaya sayuran itu sudah empat tahun lamanya. Sayuran ia budidayakan memanfaatkan mata air kali Kalela.

Seorang Istri Kepergok Berzina dengan Pria Lain di Rumah Saat Suami Dalam Penjara, Simak Kronologi

"Sudah empat tahun saya budidaya sayuran ini. Dan masyarakat umumnya di desa ini melakukan aktifitas di daerah DAS sungai Kalela ini untuk tanam sayur di musim kering,"ungkap Yance.

Yance juga mengatakan, omzet yang diperolehnya selama tiga bulan disaat tiga bulan panen, untuk satu jenis sayur bisa mencapai 2,5 juta rupiah. Jika dihitungkan semua dari empat jenis sayur yang ditanam ia memperoleh omzet hingga 4 juta rupiah pada setiap kali panen.

Ketahuan Selingkuh, Suami Bacok Selingkuhan Istri di Jalan, Akhirnya Tragis!

Yance juga mengatakan, soal ketersediaan air juga sangat cukup, sebab di lokasi budidaya sayuran mereka itu merupakan daerah aliran sungai dengan debit mata air yang sangat mencukupi.

"Usaha saya ini saya bisa kasih hidup keluarga dan kasih sekolah anak-anak. Saya punya prinsip semua anak-anak harus sarjana,"tandasnya.

Petani setempat pembudidaya sayuran Hendrik Rihi Tana juga mengatakan, untuk mengatasi kebutuhan hidup di musim kemarau, ia bersama keluarganya dengan menanam sayur di lokasi pinggiran sungai Kalela.

"Ya sedikit membantu hidup kami di musim kering ini,"ungkap Hendrik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved