Febri Sebut Ada Capim KPK Diduga Dapat Gratifikasi, dan Pernah Hambat Kerja KPK

Febri Diansyah aebut ada Capim KPK diduga dapat gratifikasi, dan pernah hambat kerja KPK

Febri Sebut Ada Capim KPK Diduga Dapat Gratifikasi, dan Pernah Hambat Kerja KPK
KOMPAS.com/Devina Halim
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/10/2018). 

Febri Diansyah aebut ada Capim KPK diduga dapat gratifikasi, dan pernah hambat kerja KPK

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memastikan, informasi ada calon pimpinan KPK yang disebut juru bicara KPK Febri Diansyah diduga pernah menerima gratifikasi, bukan berasal dari proses hukum di KPK.

Informasi itu berasal dari pengaduan masyarakat yang disampaikan kepada KPK. "Informasi itu ( capim KPK diduga pernah menerima gratifikasi) kita dapat bukan dari kasus, tapi ada pengaduan masyarakat yang kemudian kita klarifikasi," ujar Saut saat ditemui di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (24/8/2019).

Jelang Munas Golkar, Airlangga Minta Pendukung Jangan Tergoda Calon Ketua Umum Lain

Saut menjelaskan, melalui surat, masyarakat menyampaikan bahwa ada seseorang yang saat ini sedang menjalani seleksi sebagai capim KPK pernah menerima gratifikasi.

Sebelum melanjutkan laporan itu kepada Panitia Seleksi calon pimpinan KPK, penyidik KPK sempat mendalami laporan itu dengan mengklarifikasinya.

"Dari pengaduan itu, kemudian kami dalami dan klarifikasi kebenaran hal tersebut, baru kita berani memberikannya ke panitia seleksi calon pimpinan KPK saat ini," ujar Saut.

Diduga Masih Ada yang Bermasalah, Koalisi Capim KPK Minta Presiden Jokowi Evaluasi Kinerja Pansel

"Bahkan, kalau mau sedikit lebih detail, nama dia (capim diduga menerima gratifikasi) pernah disebut dalam kasus tertentu," lanjut dia.

Saut menolak menyebut siapa orang yang dimaksud dan perkara apa namanya disebut. Tudingan KPK dan Jawaban Pansel

Sebelumnya, sebanyak 20 nama telah diumumkan Pansel Capim KPK yang lolos uji penilaian profil (profil assessment).

Mereka adalah separuh dari jumlah kandidat yang mengikuti ujian profile assessment sebanyak 40 orang.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved