Tokoh Masyarakat Alorawe Datangi Dinas Pendidikan Nagekeo, Ini yang Mereka Sampaikan
Sejumlah tokoh masyarakat Alorawe datangi Dinas Pendidikan Nagekeo, ini yang mereka sampaikan
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
Sejumlah tokoh masyarakat Alorawe datangi Dinas Pendidikan Nagekeo, ini yang mereka sampaikan
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Sejumlah tokoh masyarakat Desa Alorawe Kecamatan Boawae mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nagekeo di Mbay, Kamis (22/8/2019) siang.
Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi dan meminta klarifikasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nagekeo terkait mutasi kepala SDI Alorawe.
• Wabup Kupang Berang Pengadaan Komputer untuk Dukung Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Tokoh masyarakat dan ketua Komita SDI Alorawe mempertahankan keberadaan Yohanes Oktaf Molina yang sudah delapan tahun mengabdi di SDI Alorawe.
Ketua Komite SDI Alorawe, Damianus Bele, mengatakan, saat ini Yohanes Oktaf Molina sudah pindah ke SDI Dhereisa.
Damianus mengatakan terkait pindahnya Yohanes ke SDI Dheresisa, lanjut Damianus ada "permainan" pihak tertentu.
• Tim Undana Kupang Perkenalkan Pola Pembuatan Paving Block dari Bahan Baku Sampah
Sebagai ketua komite SDI Alorawe dirinya tidak mengetahui itu. Tiba-tiba di Dinas ada surat dari desa kepada kepala dinas untuk meminta menetapkan Plt Kepala SDI Alorawe.
"Ini jual nama kami masyarakat. Karena ada surat yang ditandatangani oleh kepala Desa dan Ketua BPD Desa Alorawe mengatasnamai tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda. Ini jual kami masyarakat," ujar Damianus.
Ia mengatakan sekarang sudah ada surat untuk PLT SDI Alorawe. Masyarakat menolak dan bila perlu ganti orang lain.
"Kami menolak atas dasar ada permainan. Sehingga bila perlu kami butuh Pak Yohanes Oktaf Molina. Kalaupun tidak ganti dengan orang lain. Jangan ibu Priska. Karena tidak sesuai kesepakatan kami di Alorawe," ujarnya.
Tokoh muda Desa Alorawe, Yulius Dae Dora, mengatakan, ketika menghadap Kadis P dan K, Tarsisius Djogo, pihaknya mengaku kaget.
Kaget karena ada surat yang sudah ditandatangani oleh Kepala Desa dan Ketua BPD atas nama masyarakat meminta ibu Priska menjadi Plt Kepala SDI Alorawe.
"Kami kaget. Pak Kadis bilang, kalian sudah sepakat angkat ibu Priska jadi Plt..Kepala SDI Alorawe. Berarti ada permainan. Kami tidak setuju itu. Ketua komite tidak tahu sama sekali soal ini, tiba-tiba diganti. Kalau memang regulasi begitu kenapa ada permainan, kami minta ganti orang. Kalau bisa Pa Yohanes kembali ke Alorawe saja," ujar Yulius.
Ia mengaku masyarakat Alorawe tidak mengetahui permintaan dari Kepala Desa dan ketua BPD terbaru soal surat permintaan penetapan Plt Kepala SDI Alorawe.
"Kami tidak tau. Ketua komita saja tidak tau. Tiba-tiba siap dilantik. SKnya sudah ada. Inikan aneh," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tokoh-masyarakat-alorawe-datangi-dinas-pendidikan-nagekeo-ini-yang-mereka-sampaikan.jpg)