GMKI Cabang Kupang Mengutuk Keras Tindakan Rasis Terhadap Mahasiswa Papua

GMKI Cabang Kupang Mengutuk Keras Tindakan Rasis Terhadap Mahasiswa Papua

GMKI Cabang Kupang Mengutuk Keras Tindakan Rasis Terhadap Mahasiswa Papua
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Konferensi Pers Badan Pengurus Cabang GMKI Kupang di SC GMKI Cabang Kupang Jl. R. A. Kartini No 2 Wali Kota Kupang, Rabu (21/8/2019). 

GMKI Cabang Kupang Mengutuk Keras Tindakan Rasis Terhadap Mahasiswa Papua

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gerakan Mahasiswa Kristen ( GMKI) Cabang Kupang mengutuk keras tindakan represif dengan perkataan-perkataan rasis yang dilakukan oleh aparat, masyarakat maupun ormas terhadap 43 mahasiswa/i Papua yang berada di Asrama mahasiswa Papua,Jalan Kalasan No 10, Surabaya.

Hal itu disampaikan oleh Ketua GMKI Cabang Kupang, Ferdinand Umbu Tay Hambadima, dalam konferensi pers di SC GMKI Cabang Kupang Jl. R. A. Kartini No 2 Wali Kota Kupang, Rabu (21/8/2019).

RSUD TTU Kekurangan Stok Darah

Pada kesempatan itu Ferdinand membacakan enam pernyataan sikap GMKI Cabang Kupang, antara lain,

1. GMKI cabang Kupang mengutuk keras tindakan Represif aparat keamanan oknum maupun kelompok yang telah melakukan persekusi terhadap saudara/i kami Mahasiswa Papua yang berada di Surabaya dan Malang.

2. Mendesak Kapolri untuk memecat Kapolda Jawa Timur dan Kapolres Surabaya, serta menangkap aparat, Oknum masyarakat maupun Ormas yang telah melakukan Provokasi yang berakibat terjadinya kekerasan psikis maupun verbal terhadap saudara/i kami di Surabaya dan Malang.

Empat Traffic Light di Kota Kupang Tidak Berfungsi Normal, Penjelasan Dinas Perhubungan

3. Mendesak Kementerian Hukum dan HAM bersama Komnas HAM untuk segera membentuk Tim Investigasi guna melakukan penyelidikan, Penuntutan dan peradilan terhadap Oknum maupun kelompok Ormas yang telah melakukan kekerasan fisik dan verbal.

4. Mendesak Presiden Joko Widodo, Gubernur Jawa Timur, Walikota Surabaya untuk segera mengambil langkah Dialog dan Komunikasi dalam upaya penyelesaian permasalahan yang di alami oleh Mahasiswa/i Papua, sehingga persoalan ini tidak di tunggangi oleh kelompok-kelompok tertentu yang tidak menginginkan anak bersatu menuju Indonesia aku.

5. Mendesak Kementerian dalam negeri untuk membubarkan Ormas-Ormas Radikal Anti pancasila yang selalu bertindak Represif serta berlaku sewenang-wenang dalam menyebabkan runtuhya norma dan Etika berbangsa dan bernegara.

6. Mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga Papua agar tidak terprovokasi akan isu-isu yang berkembang, dan dapat menahan diri dalam memberi sikap demi menjaga ketentraman dan kedamaian bersama di Negara kesatuan Repoblil Indonesia yang kita cinta bersama. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved