Bupati Soliwoa Ajak Masyarakat Ngada Perangi Stunting

Bupati Ngada Drs. Paulus Soliwoa, mengajak masyarakat Ngada untuk memerangi Stunting.

Bupati Soliwoa Ajak Masyarakat Ngada Perangi Stunting
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Kepala Bagian Admas Setda Ngada, Marthinus P. Langa, SE 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA - Kepala Bagian Admas Setda Ngada, Marthinus P Langa, SE, mengatakan, Bupati Ngada Drs. Paulus Soliwoa, mengajak masyarakat Ngada untuk memerangi Stunting.

Marthinus mengatakan stunting menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Ngada saat ini.

Jumlah kasus stunting di Ngada saat ini cukup tinggi. Hal ini menjadi keprihatinan Pemerintah Kabupaten Ngada untuk segera mengatasinya.

Harga 17 Agustus, Serdadoe Si Bos Aston Hotel Kupang Layani Drive Thru

"Penegasan ini disampaikan Bupati Ngada saat memimpin Upacara Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-74 Tingkat Kabupaten Ngada yang berlangsung di Lapangan Kartini Bajawa," ungkap Marthinus, saat konferensi pers di Ruang Bagian Admas Setda Ngada Kota Bajawa, Selasa (20/8/2019).

Marthinus mengatakan Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa dalam pidatonya menegaskan beberapa hal diantaranya, Pemerintah Kabupaten Ngada terus berupaya mengatasi berbagai persoalan di bidang pembangunan termasuk yang saat ini menjadi momok bagi pembangunan yaitu masalah stunting dan rabies.

Di TTS, Ada Lomba Menenun Tingkat SD dan SMP, 3 Hari Hasilkan 1 Selendang Cantik

Stunting adalah Kondisi Gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan Gizi Kronis sehingga anak terlalu pendek (tidak sesuai standar baku WHO) untuk usianya.

Kondisi Stunting akan nampak setelah anak berusia 2 (dua) tahun. Pada Tahun 2018, dari jumlah 8.215 Balita terdapat balita Stunting sebanyak 2.690 anak, atau setara dengan 32,74 %.

Konvergensi program dan kegiatan baik yang bersifat Spesifik maupun yang bersifat Sensitif sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya Stunting di Kabupaten Ngada.

Pencegahan stunting harus dilakukan sebab balita yang sehat dan kuat, akan menjadi modal dasar dalam mewujudkan lahirnya Sumber Daya Manusia yang Kreatif, Inovatif, Unggul, dan Berdaya Saing.

Menuntaskan Balita Stunting di Kabupaten Ngada melalui aksi Konvergensi Program dan Kegiatan dalam bentuk Intervensi Spesifik melalui Dinas Kesehatan dan Intervensi Sensitif melalui kolaborasi dengan Perangkat Daerah Terkait lainnya, dan mewujudkan Gerakan Go Organik dengan memanfaatkan Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Desa Mandiri Pangan.

"Dan masalah Stunting harus menjadi Prioritas Pertama baik di Tingkat Nasional, Provinsi NTT maupun Kabupaten Ngada," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved