MA Tolak PK Pemerintah Terkait Gugatan Class Action Korban Kerusuhan Maluku Tahun 1999

Pihak Mahkamah Agung tolak Peninjauan kembali pemerintah terkait Gugatan Class Action Korban Kerusuhan Maluku Tahun 1999

MA Tolak PK Pemerintah Terkait Gugatan Class Action Korban Kerusuhan Maluku Tahun 1999
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro dalam konferensi pers menanggapi kasus penyerangan hakim PN Jakarta Pusat di Mahkamah Agung, Jumat (19/7/2019). 

Pihak Mahkamah Agung tolak Peninjauan kembali pemerintah terkait Gugatan Class Action Korban Kerusuhan Maluku Tahun 1999

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Mahkamah Agung ( MA) menolak permohonan Peninjauan Kembali ( PK) pemerintah terkait gugatan class action (gugatan perwakilan kelompok) yang diajukan korban kerusuhan Maluku tahun 1999.

Artinya, pemerintah harus menjalankan perintah putusan pengadilan tingkat pertama, yakni memberikan ganti rugi sebesar Rp 3,9 triliun kepada korban kerusuhan sebagai penggugat.

Presiden Jokowi Panen Perdana Garam di NTT

"Ditolak oleh MA oleh karena alasan-alasan yang diajukan oleh pemerintah dalam PK dalam gugatan class action tidak beralasan menurut hukum, dengan keputusan itu maka keputusan kasasi tetap berlaku," kata Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro saat dihubungi Kompas.com, Senin (19/8/2019).

MA akan segera mengirimkan berkas putusan PK majelis hakim MA kepada pengadilan pengaju atau tempat perkara pertama diproses, dalam hal ini Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Bupati Don Ajak Masyarakat Nagekeo Perangi Sampah Plastik

Ia mengatakan, PN Jakarta Pusat selanjutnya akan menyampaikan hasil PK tersebut kepada pihak yang berperkara.

"Nanti pengadilan pengaju yang memberikan atau menyampaikan keputusan kepada pihak-pihak yang berperkara, baik kepada pemohon maupun kepada termohon hasil PK," ujar dia.

Ia menambahkan, saat ini berkas putusan PK tersebut belum dapat diakses di website resmi MA karena masih dirapikan oleh majelis hakim.
"Itu belum masuk (website resmi MA), sedang dirapikan putusannya oleh Pak Rahmadi (hakim ketua)," ujar dia.

Kronologis

Gugatan korban kerusuhan Maluku tahun 1999 itu sendiri dilayangkan tahun 2011. Salah seorang korban kerusuhan bernama Hibani beserta Anggada Lamani, Malia dan Arif Lamina mengajukan gugatan class action ke pemerintah lewat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved