Bupati Don Ajak Masyarakat Nagekeo Perangi Sampah Plastik

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, mengajak masyarakat Nagekeo untuk memerangi sampah plastik.

Bupati Don Ajak Masyarakat Nagekeo Perangi Sampah Plastik
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Suasana malam tos kenegaraan di Aula Setda Nagekeo Kota Mbay, Sabtu (17/8/2019) malam. 

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, mengajak masyarakat Nagekeo untuk memerangi sampah plastik.

Bupati Don mengajak masyarakat agar sampah tidak boleh dibuang sembarangan. Simpan pada tempat yang telah disediakan oleh petugas. Sehingga mudah diangkut.

Diharapkan peran kita semua untuk bersama mengkampanyekan dan memerangi sampah plastik.

Tak Mau Ada yang Terluka, Seorang Pria Nikahi 2 Kekasih Sekaligus, Viral di Media Sosial

"Sampah plastik banyak berserakan. Mari kita mengurangi sampah yang merusak lingkungan. Perlu mengganti plastik yaitu dengan anyaman khas daerah kita. Ketika kita belanja sayur, belanja ikan, atau belanja di toko gunakan anyaman dari Nagekeo (bere atau keranjang). Sehingga kerajinan mengayam ini terus didorong. Sehingga bisa menghasilkan anyaman," ungkap Bupati Don pada acara tos kenegaraan di Aula Setda Nagekeo, Sabtu (17/8/2019) malam.

Bupati Don mengaku belum bisa mengeluarkan larangan untuk stop menyediakan kantong plastik atau kresek ditoko-toko, namun harus dipersiapkan terlebih dahulu penggantinya.

Goo Hye Sun Ceritakan Ciuman Pertama yang Romantis dengan Ahn Jae Hyun di Acara TV, Besoknya Cerai

Maka itu pemda terus mendorong masyarakat agar bisa menghasilkan produk anyaman lokal yang bisa digunakan sebagai wadah penyimpanan dari bahan lokal seperti bambu dan lain-lainnya.

"Saya belum bisa membuat larangan ditoko untuk larangan penggunaan plastik. Tapi kita siapkan dulu penggantinya. Saya belum melihat konsistensi kita soal sampah plastik. Kantong-kantong plastik merupakan produk kapitalis. Produk-produk rumah tangga. Bisa digunakan untuk menggunakan simpan barang," ujarnya.

Pada kesempatan itu juga dirinya mengajak masyarakat Nagekeo agar mari bersama untuk menyukseskan festival literasi pada bulan September mendatang.

"Kita akan menampilkan periuk tanah. Periuk tempat kita memasak ada 1000 periuk komunitas Ndora khusus di Desa Woedoa. Kita mendorong untuk festival literasi pada bulan September mendatang. Kita menampilkan masakan dalam bambu (kose)," paparnya.

Ia mengatakan Pemda berharap bahwa dalam tatakelola pemerintah kedepan betul-betul membuka industri kreatif, masuknya generasi baru kebidang pertanian, perkebunan, pariwisata, peternakan, perikanan dan idustri kreatif lainnya.

"Even kita ciptakan sebanyak mungkin dalam kalender budaya yang sudah kita laksanakan. Kalender budaya lain sepak api di Pautola, sehingga selama setahun kalender itu bisa diketahui apa saja kegiatannya," ungkapnya.

Ia mengatakan orang Nagekeo harus bisa mempromosikan tentang Nagekeo. Memberikan informasi kedaerah luar bahwa Nagekeo memiliki keunggulan dan pasarkan produk yang ada.

"Kita semua diharapkan jadi pemasar untuk daerah kita. Memasarkan apa saja produk daerah kita. Kekuatan media sosial sangat besar. Kita promosikan potensi itu keluar," ajaknya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved