John Abong, Ketua Kelompok Mayangsari Sikka: Lebih Untung Jual Minyak Kelapa

Kata Mikael John Abong, ketua kelompok Mayangsari Sikka: lebih untung jual Minyak kelapa

John Abong, Ketua Kelompok Mayangsari Sikka: Lebih Untung Jual Minyak Kelapa
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Ketua KSP Primer Nasional Kopdit Pintu Air Rotat, Jakobus Jano, menyerahkan uang pembelian minyak kelapa dari kelompok tani dalam perayaan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8/2019) di Kantor Pusat Pintu Air Rotat, Desa Ladogahar,Kecamatan Nita, 12 Km arah barat Kota Maumere, Pulau Flores. 

Kata Mikael John Abong, ketua kelompok Mayangsari Sikka: lebih untung jual Minyak kelapa

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Wajah Mikael John Abong, Sabtu (17/8/2019) siang, sumringah menyerahkan satu jeriken minyak kelapa mentah atau `crude cocounat oil' (CCO) kepada Ketua KSP Primer Nasional Kopdit Pintu Air Rotat-Indonesia, Jakobus Jano, di halaman kantor pusat Kopdit Pintu Air di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, 12 Km arah barat Kota Maumere, Pulau Flores.

HUT Kemerdekaan RI di Manggarai, Bupati Kamelus Dapat Tong Sampah

Pengurus dan manajemen Kopdit Pintu Air mengemas perayaan sederhana HUT ke-74 Kemerdekaan RI dengan penghormtan bendera dan menyanyikan lagi kebangsaan Indonesia Raya. Perayaan pertamakali dalam 24 tahun usia Kopdit Pintu Air dengan anggota terbesar di NTT menjadi simbol memerdekaan petani kelapa.

Kopdit Pintu Air membeli CCO diolah lebih lanjut menjadi minyak goreng Pintu Air.

John Abong, memimpin Kelompok Mayangsari beranggotakan lima orang warga Desa Nitakloang, mengolah kelapa menjadi minyak kelapa. Setiap kilogram minyak kelapa dijual Rp 12.000.

Marlin Carolyn Lobo Senang Bayi Laki-laki dengan Berat 5,5 Kg Lahir 17 Agustus 2019

Jhon Abong, telah sembilan tahun memasak minyak kelapa mengaku harga minyak kelapa lebih untung dibanding menjual kopra yang tidak tentu harganya Rp 3.000-Rp 4.000/Kg.

"Bagi kami petani, makna kemerdekaan kalau kami bisa menikmati harga kelapa dan komoditas lain dari kebun kami dengan harga pantas seimbang dengan jerih payah kami. Dari dulu, harga kelapa tidak berpihak kepada petani," ujar John.

Kelompok Mayangsari, kata Jhon Abong, menghasilkan 50 liter minyak kelapa/pekan dari 400 buah kelapa. Prosesnya pengolahan dilakukan sederhana.

Daging kelapa dipisahkah dari tempurung diparut, kemudian dicampur air diremas, divermentasi selama dua sampai delapan jam sebelum dimasak.

"Kami akan terus tekuni usaha minyak kelapa. Lebih untung dari kopra. Jerih payah kami petani punya harga," ujar John Abong.

Satu kelompok lain asal Nitaklaong mengolah minyak kelapa yakni Dubunian,beranggotakan tujuh anggota warga setempat.

John menyarankan warga Sikka beralih kepada minyak kelapa karena lebih sehat karena tidak mengandung minyak jenuh seperti minyak sawit. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved