Labuan Bajo - Tim Terpadu Ke Komodo Terkait Penutupan Pulau, Kabupaten Mbar, Ini Hasil Pertemuan

Hari Ini Tim Terpadu Ke Komodo Terkait Kajian Wacana Penutupan dan Relokasi, Ini Hasil Pertemuan Sebelumnya di Labuan Bajo

Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Ferry Ndoen
zoom-inlihat foto Labuan Bajo -  Tim Terpadu Ke Komodo Terkait Penutupan Pulau, Kabupaten Mbar,  Ini Hasil Pertemuan
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Beberapa ekor rusa berkeliaran di Pulau Komodo beberapa waktu lalu.

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Hari ini Kamis (15/8/2019), tim terpadu yang dibentuk oleh pemerintah pusat bertemu dengan warga di Pulau Komodo, dalam rangka kajian terhadap wacana penutupan pulau itu dan relokasi warga dari pulau tersebut.

Kajian dilakukan untuk memutuskan apakah penutupan pulau itu dari kunjungan semua wisatawan serta relokasi warga dari pulau tersebut bisa dilakukan atau tidak.

Sebelumnya tim terpadu sudah bertemu dengan sejumlah komponen terkait di Labuan Bajo, termasuk bupati dan unsur Forkompinda, Rabu (14/8/2019).

Saat bertemu unsur Forkompinda, Bupati Mabar Agustinus Ch Dula dan Kapolres Mabar AKBP Julisa Kusumowardono, SIK, mengusulkan agar pemukiman warga dengan daerah konservasi di pulau itu dibangun tembok pembatas.

Sedangkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mabar Julius Sigit Kristanto, mengusulkan agar semua langkah yang diambil harus bersandar pada regulasi yang berlaku.

Salah satu anggota tim terpadu Rusdi Ridwan, saat itu menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyampaikan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan apa yang disampaikan oleh warga sebelumnya.

Pihaknya menyampaikan kepada menteri bahwa penutupan Pulau Komodo dan relokasi warga belum diperlukan.

Dia menjelaskan bahwa Bupati Mabar pada tanggal 3 Agustus 2019 datang ke KLHK dialog dengan Dirjen KSDAE
membicarakan wacana gubernur menutup Pulau Komodo dan relokasi warga.

Selanjutnya Dirjen menyampaikan rumusan kepada menteri bahwa masyarakat menolak wacana penutupan Pulau Komodo.

Ini 10 Pengakuan Mengejutkan Ahok saat Berada di TTS, Sudah 30 Tahun Doakan NTT

Disampaikan juga bahwa masyarakat ditampung dalam zona khusus dengan berbagai kebutuhan dasar masyarakat didasarkan dengan kerja sama.

Selain itu disampaikan juga bahwa Desa Komodo termasuk dalam zona khusus dan akan dikirim tim
terpadu untuk mempelajari hal tersebut.

Warga Terkesan Keramahan Rambu Piras Ajak Anak-anak Menari hingga Selfie Bareng di Pantai Lasiana

BREAKING NEWS -Ancam Unggah Foto Telanjang, Seorang Wanita di TTU Lapor Akun Phutryy ke Polisi

"Penutupan Pulau Komodo belum diperlukan dan tim terpadu akan
bekerja," kata Rusdi.

Dia menyampaikan, pihaknya sudah bertemu Gubernur NTT dan hasil diskusi dengan gubernur, pada perinsipnya provinsi tidak menginginkan ambil alih pengelolaan TNK dari pemerintah pusat karena sumberdaya terbatas dan aturan.

Bursa Transfers Pemain - Ini 5 Nama Pemain yang Terdepak dari Skuad Utama Persib Bandung

Pengelolaan TN Komodo belum dikelola secara optimal.
Selain itu disampaikan bahwa Pulau Komodo dijadikan wisata premium dan Rinca mass turism.

"Bagaimana mewujudkan itu, maka tim terpadu datang untuk melihat itu," kata Rusdi.
Hal lainnya yakni Polhut harus ditingkatkan dan cruise belum dikelola dengan baik serta perlu membuat peta laut. (LAPORAN REPORTER POS--KUPANG.COM, SERVATINUS MAMMILIANUS).

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved