Kasus Proyek Pasar Lili, BS Susul Tiga Tersangka Lainnya ke Rutan Kelas IIA Kupang

Kasus Proyek Pasar Lili, BS susul tiga tersangka lainnya ke Rutan Kelas IIA Kupang

Kasus Proyek Pasar Lili, BS Susul Tiga Tersangka Lainnya ke Rutan Kelas IIA Kupang
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Kajari Kabupaten Kupang, Ali Sunhaji, SH, MH 

Kasus Proyek Pasar Lili, BS susul tiga tersangka lainnya ke Rutan Kelas IIA Kupang

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - BS, yang juga Konsultan Pengawas, salah satu tersangka dalam kasus proyek Pasar Lili, Kelurahan Camplong, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, sudah digiring ke Rutan Klas IIA Kupang.

BS baru dihantar karena sebelumnya berada di luar daerah sehingga tidak bersama-sama dengan tiga tersangka lainnya yaitu TA ( Mantan Kadis Perindag/Kuasa Pengguna Anggaran), EN (Pejabat Pembuat Komitmen) dan JO ( Kontraktor Pelaksana) yang sudah masuk Rutan Kupang, Rabu (14/8/2019).

Tersangka Video Mesum di Garut Beri Pengakuan Mengejutkan, Tak Sangka Rekaman Adegan Bocor

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, Ali Sunhaji, SH, MH melalui Kasie Pidana Khusus, Noven V. Bullan, SH, M.Hum menyampaikan hal ini kepada wartawan, Kamis (15/8/2019).

Menurut Noven, penahanan BS baru dilakukan, Kamis (15/8/2019) karena yang bersangkutan baru tiba dari luar daerah. Pasca di tetapkan sebagai tersangka, jaksa langsung menerbitkan surat perintah penahanan dan digiring menuju Rutan Klas IIA Kupang.

Polres Garut Ungkap Fakta Baru, Dua Pemeran Video Mesum Ternyata Mantan Suami Istri, Jadi Tersangka

Menyinggung soal jumlah kerugian negara, hasil audit pekerjaan fisik dari tim Politeknik Negeri Kupang serta Akuntan Publik di Malang Jawa Timur, Noven mengatakan, nilai kerugian negara mencapai Rp 2 miliar lebih.

BS usai menjalani pemeriksaan dan penetapan status tersangka, kata Noven, BS langsung mengecek kesehatan di RSUD Naibonat dan dibawa ke Rutan Klas IIA Kupang.

Sebelumnya diberitakan, Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, komitmen dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kasus proyek Pasar Lili, Kabupaten Kupang yang diduga memenuhi unsur korupsi yang ditangani selama ini, akhirnya menetapkan 4 orang sebagai tersangka. Para tersangka itu yakni, TA (Mantan Kadis Perindag), EN (Pejabat Pembuat Komitmen), JO (Kontraktor Pelaksana) dan BS (Konsultan Pengawas).

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, Ali Sunhaji, SH, MH menyampaikan hal ini kepada wartawan melalui Kasi Pidana Khusus, Noven V. Bullan, SH, M.Hum, Rabu (14/08/2019).

Menurut Noven, pasca dilakukan expose kasus oleh tim penyidik bersama Kajari Kabupaten Kupang, Senin 13 Agustus 2019, penyidik akhirnya memutuskan penetapan tersangka bagi pihak - pihak yang kuat dugaan terlibat dalam kasus proyek Pasar Lili.

Noven menyebut empat orang, yang secara resmi sudah ditetapkan sebagai tersangka terhitung tanggal 14 Agustus 2019 yaitu TA (Mantan Kadis Perindag), EN (Pejabat Pembuat Komitmen), JO (Kontraktor Pelaksana) dan BS (Konsultan Pengawas).

"Dasar Penetapan tersangka bagi empat orang itu lantaran penyidik telah memiliki dua alat bukti dan saksi yang diperoleh jaksa pada tahap penyidikan perkara. Sesuai hasil audit pekerjaan fisik yang dilakukan oleh Politeknik Negeri Kupang serta hasil audit dari akuntan publik di Malang Jawa Timur, nilai kerugian Negara pun telah dikantongi dengan jumlah yang fantastis," jelas Noven.

Untuk diketahui, pembangunan Pasar Lili di Kelurahan Camplong I Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, yang dikerjakan oleh PT. Citra Timor Mandiri dengan nilai kontrak sebesar
Rp 5. 553.106.511, 39 di tahun 2018.

Proyek pembangunan pasar tersebut seharusnya rampung sesuai habis masa kalender kerja 120 hari sejak agustus hingga 28 Desember 2018 dengan kontrak kerja Nomor 510/141/2018/TP. Karena belum selesai, PPK diberi toleransi waktu 90 hari hingga 25 Maret 2019. Namun tambahan waktu 90 hari juga belum rampung. PPK malah tidak PHK kontraktor. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved