BREAKING NEWS: Tim Patroli Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Pakaian Bekas 1.200 Karung

BREAKING NEWS: Tim Patroli Bea Cukai Gagalkan penyelundupan Pakaian Bekas 1.200 Karung

BREAKING NEWS: Tim Patroli Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Pakaian Bekas 1.200 Karung
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Barang bukti penyelundupan yang berhasil digagalkan Tim Patroli Laut Jaring Walacea Bea Cukai diamankan di Kantor Bea Cukai Atapupu, Kamis (15/8/2019). 

BREAKING NEWS: Tim Patroli Bea Cukai Gagalkan penyelundupan Pakaian Bekas 1.200 Karung

POS KUPANG. COM| ATAMBUA -- Tim Patroli Laut Jaring Walacea Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan pakaian bekas sebanyak 1.200 karung yang diduga berasal dari Negara Timor Leste.

Pakaian bekas tersebut diangkut menggunakan Kapal Layar Motor (KLM) Karya Bersama. Petugas mengamankan kapal tersebut di wilayah perairan Atapupu, Kabupaten Belu, Provinsi NTT, Minggu (11/8/2019).

Tiga Penyakit Ini Menakutkan Warga Dua Negara, Apa Saja?

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bea Cukai Atambua, Syaefudin mengatakan hal itu kepada wartawan, Kamis (15/8/2019).

Menurut Syaefudin, setelah petugas melakukan pencacahan, ditemukan 1.200 karung pakaian bekas diangkut menggunakan kapal motor Karya Bersama.

Penyidik Bea Cukai sudah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus penyelundupan tersebut yakni nakoda kapal berinisial US (55). Sedangkan tujuh orang ABK masih dalam status saksi.

Kasus Pencemaran Nama Baik Institusi Polri, Penyidik Polda NTT Lakukan Pemeriksaan Ahli

Tersangka US sudah diamankan petugas Bea Cukai Atambua untuk diproses hukum lebih lanjut.

Syaefudin mengatakan, kejadian tersebut bermula saat patroli laut Bea Cukai Jaring Walacea melaksanakan operasi laut di wilayah perbatasan dengan menggunakan kapal BC lambung 8004. Tim bergerak dari pelabuhan Atapupu menuju perairan timor laut Alor, NTT sesaat setelah mendapatkan informasi terkait adanya pemasukan barang illegal ke wilayah Indonesia.

Kapal patroli mendapat kapal layar motor Karya Bersama yang berlayar dalam keadaan lampu mati. Lalu tim patroli langsung mendekati kapal tersebut dan memberikan peringatan agar awak kapal dapat memberhentikan kapalnya. Peringatan awal yang diberikan oleh tim patroli menggunakan alat pengeras suara dan lampu sorot.

Namun, kedua peringatan tersebut tak diindahkan awak kapal dan kapal tidak berhenti sehingga terjadi pengejaran antara kapal BC 8004 dengan KLM Karya Bersama.

Setelah 10-15 menit pengejaran, tim paroli kapal 8004 akhirnya memberikan peringatan terakhir berupa tembakan ke udara. Kemudian, KLM Karya Bersama memberhentikan kapal tersebut dan petugas bea cukai melakukan pemeriksaan dokumen dan semua barang yang diangkut.

Setelah dicek, petugas bea cukai menemukan muata berupa pakaian bekas tanpa dilengkapi manifest atau dokumen kepabeanan. Setelah itu, KLM Karya Bersama berserta nahkoda dan tujuh ABK dibawa ke Pelabuhan Atapupu untuk diproses lebih lanjut.

Menurut Syaefudin, penyulundupan barang yang dilakukan oleh tersangka berinisial US, nahkoda KLM Karya Bersama merupakan pelanggaran di bidang kepabeanan yang melanggar pasal 102 huruf a UU nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UU
nomor 17 tahun 2007. Pasal ini berbunyi setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifest sebagaimana dimaksud dalam pasal 7A ayat 2 dipidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 5 M. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved