Karnaval HUT RI Ke-74 di Sumba Timur, Peserta Pamerkan Tenun Ikat dan Asesoris Raksasa Simbol Budaya

-Pemerintah Kabupaten Sumba Timur nenggelar pawai karnaval dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) RI ke-74 tahun 2019.

Karnaval HUT RI Ke-74 di Sumba Timur, Peserta Pamerkan Tenun Ikat dan Asesoris Raksasa Simbol Budaya
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
foto-foto peserta memakai tenun ikat Sumba Timur dan asesioris-asesioris raksasa yang dipamerkan dalam karnaval itu. 

POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
foto-foto peserta memakai tenun ikat Sumba Timur dan asesioris-asesioris raksasa yang dipamerkan dalam karnaval itu.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Pemerintah Kabupaten Sumba Timur nenggelar pawai karnaval dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) RI ke-74 tahun 2019.

Karnaval itu dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 12 sampai 13 Agustus 2019 kemarin. Untuk hari pertama, Senin (12/8/2019) diikuti oleh SD, SMP, dan SMA/SMK. Sedangkan, Selasa (13/8/2019) diikuti oleh para peserta dari peguyupan-peguyupan dan Inatansi lingkup Pemda Sumba Timur, Instansi vertikal, BUMN, BUMD, lembaga swasta, dan tim-tim atlet bela diri seperti taekwondo, kempo dan lain sebagainya.

Pemain Brazil Diego Assis Perkuat Madura United Ganti Posisi Zah Rahan, Ini Penjelasannya

Mundur dari Borneo FC, Kiper Alfonsius Kelvan Merapat ke Persib Bandung? Ini Serbuan Bobotoh

Pelatih Persib Bandung Roberts Pasok Pemain Wajah Baru, 5 Nama Terdepak dari Skuad Utama

Setiap tim peserta hampir semuanya mengenakan pakian adat dan simbol-simbol budata di daerah meraka masing-masing. Untuk Instansi di lingkup Pemkab Sumba Timur juga para peserta mengenakan budaya motif kain tenun ikat Sumba Timur. Pada kaum ibu dilengkap dengan asesioris seperti mamuli, anahida, dan asesoris lainya.

BREAKING NEWS - Pria asal Aimere Kabupaten Ngada Digigit Anjing Rabies, Ini Kejadiannya

Minta Jaguar Ortu Kasih BMW, Anak ini Pun Buang Hadiah Mobil Ayahnya ke Sungai, Kronologi

Pergi ke Luar Kota setelah Suami Tewas, Istri Korban Dugaan Pembunuhan Sempat Menghilang

Selain itu, para peserta juga menunjukan hasil desain asesioris bersimbol budaya Sumba Timur berukuran besar seperti mamuli, dan simbol-simbol motif tenun ikat Sumba Timur berupa hewan-hewan seperti tanduk kerbau, tanduk rusa, ayam, buaya, kera, udang, kepeting dan budaya lainya.

Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si kepada POS-KUPANG. COM, Rabu (14/8/2019) mengapresiasi bagi para peserta karnaval yang mempromosikan budaya daerah, khususnya Sumba Timur dengan memakai busana kain tenun ikat Sumba Timur dan asesioris-asesioris Sumba Timur, serta simbol-simbol budaya Sumba Timur.

Menurutnya, itu adalah upaya pelestarian budaya Sumba Timur dan akan diusahakan dilaksanakan pada setiap tahun.

"Itu upaya pelestarian budaya Sumba Timur, dan ini kita usahakan dilaksanakan setiap tahun atau menjadi embrio  ajang Waingapu tradisional Weaving Fashion Carnaval,"tutup Gidion.(*)

 
 

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved