Warga Kelurahan Onelako Buat Tungku Hemat Kayu

Warga Kelurahan Onelako, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, belajar membuat tungku api hemat Kayu bakar

Warga Kelurahan Onelako Buat Tungku Hemat Kayu
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Lurah Onelako, Benediktus Sudi, S.Sos 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Warga Kelurahan Onelako, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, belajar membuat tungku api hemat Kayu bakar.

Pembuatan tungku tersebut dimaksudkan agar warga di Kelurahan Onelako bisa memenfaatkan keberadaan kayu bakar seefektif mungkin.

Lurah Onelako, Benediktus Sudi kepada POS- KUPANG.COM, Senin (12/8/2019) mengatakan seiring dengan perkembangan jaman yang ditandai dengan banyaknya rumah-rumah warga di permukiman baru sehingga membuat persediaan atau stok kayu bakar menjadi berkurang.

Siswi SMAK Frateran Ndao Ikut Pertukaran Pelajar Bina Nusantara

Keadaan ini membuat pihaknya berpikir untuk mencari solusi mengatasi kekurangan kayu bakar.Maka solusi yang ditawarkan kepada warga adalah dengan membuat tungku api hemat kayu bakar kepada warga.

"Jangan melihat sekarang bahwa banyak kayu bakar tersedia di kebun-kebun warga namun apabila 5 atau 10 tahun mendatang apabila sudah ada perumahan seiring dengan bertambahnya warga maka kemungkinan kayu bakar juga akan berkurang maka solusi yang ditawarkan adalah dengan membuat tungku api hemat kayu bakar," kata Benediktus.

Bupati Korinus Ajak Elemen di Kabupaten Kupang Atasi Masalah Stunting

Tungku api hemat kayu bakar, jelas Benediktus, hanya menggunakan kayu bakar sedikit saja dibandingkan tungku api yang selama ini di rumah-rumah warga yang memang terkesan boros kayu api.

Menurutnya tungku hemat kayu api hanya memenfaatkan kayu api sebanyak satu hingga dua batang kayu sedangkan tungku konvesional selama ini menggunakan kayu api hingga 7 bahkan sampai 10 batang kayu.

Benediktus mengakui selama ini memang ada warga yang menggunakan kompor minyak tanah bahkan ada yang telah menggunakan kompor gas namun demikian secara umum masih banyak warga yang masih menggunakan tungku api untuk memasak maka tidak berlebihan kalau keberadaan tungku api hemat kayu bakar diperkenalkan kepada warga.

Dengan demikian warga bisa memenfaatkan keberadaan tungku tersebut untuk memasak tanpa harus banyak menggunakan kayu bakar.

Artinya selain hemat kayu bakar warga juga tentu tidak harus membawa kayu api yang banyak dari kebun untuk memasak karena tungku yang ada hanya sedikit menggunakan kayu bakar.

"Iya hemat energi karena tidak harus memikul kayu yang banyak dari kebun juga hemat kayu bakar,"kata Benediktus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved