Bupati Korinus Ajak Elemen di Kabupaten Kupang Atasi Masalah Stunting

Bupati Kupang Korinus Masneno Ajak Elemen di Kabupaten Kupang Atasi Masalah Stunting

Bupati Korinus Ajak Elemen di Kabupaten Kupang Atasi Masalah Stunting
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Suasana kegiatan Rembuk Stunting yang merupakan kerjasama antara Pemkab Kupang, Bengkel APPeK dan SNV di Oelamasi, Senin (12/8/2019). 

Bupati Kupang Korinus Masneno Ajak Elemen di Kabupaten Kupang Atasi Masalah Stunting

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Bupati Kupang, Korinus Masneno mengajak lintas elemen mengatasi persoalan Stunting yang masih mendera daerah ini. Mengatasi Stunting tidak hanya bicara tetapi harus berkolaborasi baik pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat ( LSM).

Mencermati data berdasarkan income per kapita rumah tangga, total balita dalam tahun 2018 mencapai 31.000-an orang dimana setiap 10 kelahiran ditemukan 4 anak terkategori mengalami stunting.

Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay Usul Pimpinan MPR Jadi 10 Orang, Ini Tanggapan Fadli Zon

Bupati Korinus Masneno menyampaikan hal ini pada kegiatan Rembuk Stunting yang merupakan kerjasama antara Pemkab Kupang, Bengkel APPeK dan SNV di Oelamasi, Senin (12/8/2019).

Bupati Korinus mengakui, stunting memang menjadi persoalan serius di Kabupaten Kupang. Balita yang terkena stunting memang cukup banyak. Pola yang dilakukan selama ini memang terus dilakukan sosialisasi, namun yang diperlukan solusi permanen.

Begini Cara Mohamed Rafiq Pria 65 Tahun Ini Gagalkan Serangan Bersenjata di Masjid Norwegia

Pola penanganan permanen, lanjut Bupati Korinus, semua elemen harus duduk bersama melalui rembuk stunting. Sistem pencegahan dini harus dilakukan dengan memberikan pemahaman pada ibu agar meningkatkan gizi anak sejak dalam kandungan.

"Sekarang bukan lagi kita omong-omong tapi harus kerja nyata. Rembuk stunting ini sangat baik. Semua elemen dihadirkan mulai dari desa, kecamatan, pihak kesehatan, LSM kita duduk bahas bersama. Kolaborasi pemikiran bersama itu penting karena data yang kita peroleh total balita sampai tahun 2018 mencapai 31.000-an anak. Setiap 10 kelahiran ditemukan 4 anak stunting," kata Korinus.

Korinus menambahkan, dari hasil kajian ahli bahwa stunting akan rentan terjadi jika tidak diatasi pada 1.000 hari pertama kelahiran. Pasalnya, jika lebih dari itu maka pergerakan pertumbuhan balita akan lambat.

"Kita bangun suatu daerah itu manusianya. Memang ada bangun jalan, atur disiplin ASN juga penting, tapi sasaran kita sekarang juga membangun manusia. Bagaimana kualitas SDM baik kalau kesehatan tidak diurus," ujarnya.

Korinus mengajak semua pihak mulai dari RT sampai kecamatan, elemen terkait lain seperti LSM juga harus jalan bersama. Ketersediaan dana mencukupi tapi kelemahan terutama pada perencanaan.

"Perencanaan memang tidak tepat sasaran. Tidak ada perencanaan apa, siapa dan gunakan sumber dari mana. Kita harus merubah pola pikir. Kita kumpulkan semua untuk samakan persepsi di satu forum. Dana desa ada bisa digunakan. Desa ambil satu perawat bidan untuk tangani kesehatan warga, saya kira stunting akan teratasi," ujar Korinus.

Direktur Bengkel APPeK NTT, Vinsen Bureni mengatakan, persoalan stunting ini menjadi perhatian serius pihaknya. Pada ajang rembuk stunting ini, pihaknya ikut bergandengan tangan dengan Pemkab Kupang mencari solusi bersama.

"Setelah rembuk stunting ini, rencana aksi September. Kita sadarkan warga soal pentingnya kesehatan. Kita selama ini ikut bantu desa susun APBDes yang responsif stunting," ujar Vinsen.

Saat ini, lanjut Vinsen, pendampingan Bengkel APPeK akan dilakukan hingga 2020. Selama program ini jalan bersama-sama, diyakininya stunting akan diatasi.

"Kita akan evaluasi kegiatan pasca rembuk stunting ini. Kami ajak pemerintah monitoring sehingga tahu progresnya. Kita selama ini sudah dampingi 22 desa dan dari data yang ada menunjukan dalam satu desa terdapat 10-30 anak terkena stunting. Ini persoalan bersama, maka mari kita gotong royong atasi stunting ini," pinta Vinsen. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved