Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Embung Mnele Lete, Jefry Un Banunaek Kembali Mangkir Dari Panggilan

Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Embung Mnele Lete, Jefry Un Banunaek Kembali Mangkir Dari Panggilan

Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ DION KOTA
Kasie pidsus Kejari TTS, Khusnul Fuad, SH. 

Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Embung Mnele Lete, Jefry Un Banunaek Kembali Mangkir Dari Panggilan

POS-KUPANG.COM|SOE-- Jefry Un Banunaek, anggota DPRD Provinsi NTT yang telah resmi menyandang status tersangka kembali mangkir dari panggilan pemeriksaan.

Sebelumnya, Jefry sudah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan dengan alasan sedang berada di luar daerah dan menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD Provinsi NTT dalam sidang paripurna.

Diagendakan pada Jumat (9/8/2019) akan dilakukan pemeriksaan pada Jefry Un Banunaek dalam kapasitas sebagai tersangka Kasus dugaan korupsi pembangunan Embung Mnele Lete.

Namun hingga pukul 16.00 WITA Jefry belum menunjukkan batang hidungnya di kantor kejaksaan.

Tak hanya itu, Jefry juga tidak memberikan konfirmasi kepada jaksa penyidik terkait kepastian dirinya akan memenuhi panggilan atau tidak.

" Kita masih tunggu ini, sudah jam empat sore juga beliu belum datang. Sampai saat ini juga tidak ada konfirmasi dari beliu apakah bisa datang atau tidak. Kita tunggu saja sampai jam kantor selesai," ungkap Kapidsus Kejari TTS, Khusnul Fuad,SH kepada pos kupang.com di ruang kerjanya.

Ia mengaku, undangan pemeriksaan sendiri sudah dikirimkan ke sekertariat DPRD Provinsi NTT dan ada bukti tanda terimanya.

Sebelumnya panggilan pertama sudah dilayangkan penyidik untuk memeriksa Jefry bersama empat tersangka lainnya pada Rabu (1/8/2019) lalu, namun Jefry berhalangan hadir dengan alasan sedang berada di luar daerah.

Saat dikonfirmasi, Jefry mengatakan, dirinya meminta waktu dan baru berkesempatan hadir untuk diperiksa pada Senin (5/8/2019). Karena merupakan permintaan tersangka, Kejaksaan tidak lagi melayangkan surat panggilan.

Namun sayangnya, Jefry kembali tidak memenuhi panggilan Kejaksaan dengan alasan sedang mengikuti sidang paripurna.

Karena gagal diperiksa, Kejaksaan kembali melayang surat panggilan kedua untuk diperiksa pada Jumat (9/8/2019), tetapi Jefry kembali tidak memenuhi panggilan tanpa adanya konfirmasi.

"Kita baru dua kali melayangkan surat panggilan. Sedangkan yang pada tanggal 5 Agustus itu tidak pakai surat panggilan karena itu merupakan permintaan tersangka sendiri," jelasnya.

Ketika ditanyakan apakah langkah yang akan ditempuh selanjutnya, Khusnul mengatakan akan melakukan koordinasi dengan pimpinan untuk memastikan langkah selanjutnya.

"Kita koordinasikan dulu dengan pimpinan apa langkah yang akan diambil. Kebetulan beliu lagi cuti dan baru tanggal 12 baru masuk kantor lagi," jelasnya.

Idul Adha 2019, Kumpulan Ucapan Selamat Idul Adha 1440 H, Bisa Share via WhatsApp, FB, Twitter & IG

Dua Camat Gunakan Jasa Ojek Karena Masalah Ini

BMKG Prediksi Empat Pulau di NTT Berpotensi Terjadi Angin Kencang Hari Ini

Viral Kabar PHK Karyawan Secara Massal, NET TV Bangkrut? Netizen Serbu IG Wishnutama

Terpisah, tersangka Jefry Un Banunaek yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum merespon.

Untuk diketahui, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Embung Mnele Lete Kejaksaan Negeri TTS telah menahan empat tersangka yaitu, Kadis PU Kabupaten TTS, Samuel Nggebu, Direktur CV Belindo Karya, Yohanes Fanggidae, Pengawas proyek, Timotius Tapatap dan pelaksanaan proyek, Jimmy Unbanuek selama 20 hari kedepan di Rutan Soe. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota )

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved