AWAS Serangan Jantung - Saat Bermain Bola, Kiper Umur 40 Tahun Tiba-tiba Jatuh

Muchammad Sakdun Isnaini meregang nyawa usai bermain sepakbola di Lapangan Kawi, Desa Sumberpucung Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Rab

Editor: Ferry Ndoen
polsek sumberpucung
Kiper umur 40 tahun, Muchammad Sakdun Isnaini, meregang nyawa usai bermain sepakbola di Lapangan Kawi, Desa Sumberpucung Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Rabu (7/8/2019) sore. 

Dua orang itu adalah Komisaris Malang Post, Husnun Djuraid (60), dan mantan atlet Judo Sea Games tahun 80-an, Oentung Putro Setiono (55).

Husnun Djuraid adalah warga Perumahan Srikandi, Digul, Bunulrejo, Blimbing, Kota Malang.

Sedangkan Oentung Putro Setiono warga Kelapa Gading, Jakarta.

Jenazah Husnun Djuraid sempat dibawa ke IGD Dr Soetomo sehingga dinyatakan meninggal dunia.

Suasana duka menyertai keluarga almarhum Husnun yang masih berada di kamar jenazah RSUD Dr Soetomo.

Ketajaman Striker Persib Bandung Ezechiel Ndouassel Menurun, Ini Kata Staf Pelatih Maung Bandung

Persib Bandung vs Persela Lamongan Hasil Imbang - Robert Alberts Soroti Pertahanan Maung Bandung

Gagal Curi Poin Penuh di Kandang Persela Lamongan, Bobotoh Bentangkan Sindiran Persib Bandung

“Bapak sempat jatuh saat ikut Surabaya Maraton. Kemudian bapak dibawa tim medis ke ambulans,” kata Amalia Kautsariah, anak ketiga almarhum kepada SURYAMALANG.COM.

Amalia mengatakan ayahnya memiliki riwayat penyakit jantung.

“Nanti jenazah bapak langsung dibawa ke Malang, dan dimakamkan di Bunulrejo,” terang Amalia.

Husnun Djurait dikenal memiliki hobi lari.

Husnun Djurait kerap mengikuti even lari luar kota hingga luar provinsi.

“Bapak sering ikut lari di Prambanan dan Borobudur Marathon sampai finish,” kata Amalia Kautsariah.

Amalia mengatakan terakhir almarhum sempat dirawat lantaran sakit.

“Bapak punya riwayat jantung, tapi sudah sembuh, kemudian ikut lari lagi itu (Prambanan dan Borobudur Marathon),” terangnya.

Setelah sembuh, jurnalis senior asal Malang ini kembali mengikuti even tenis di tahun 2018.

“Setelah ikut tenis, bapak sempat rawat inap di rumah sakit,” kata Amalia.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved