Tak Setuju PLN Pangkas Gaji Karyawan Ganti Rugi Pemadaman Listrik, Ini Usul Anggota Komisi VII DPR

Tak setuju PLN pangkas Gaji Karyawan ganti rugi pemadaman listrik, ini usul Anggota Komisi VII DPR RI

KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan di Gedung DPR, Selasa (9/7/2019). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Tak setuju PLN pangkas Gaji Karyawan ganti rugi pemadaman listrik, ini usul Anggota Komisi VII DPR RI.

Menurut Anggota Komisi VII DPR RI, Bara Hasibuan tak menyetujui wacana PT PLN Persero untuk memangkas gaji karyawan, demi membayar ganti rugi akibat pemadaman listrik secara massal beberapa waktu yang lalu.

"Tidak fair kalau dibebankan ke karyawan. Ini kan bukan kesalahan karyawan," kata Bara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Atasi Karhutla di Indonesia, Ini Komitmen Polri Jalankan Instruksi Presiden Jokowi

Bara mengatakan, PLN bisa memberikan kompensasi kepada pelanggan dengan memberikan diskon atau potongan biaya pada tagihan listrik pelanggan.

Namun, PLN harus menanggung resiko berkurangnya pendapatan, karena telah memberikan diskon.

"Kompensasi yang diberikan pelanggan yang terkena dampak blackout adalah dalam bentuk discount kan, pemotongan pada tagihan listrik berikutnya. Seharusnya PLN tidak mengeluarkan dana, memang masukan mereka berkurang di tagihan berikutnya," ujarnya.

Kasus Sail Komodo, Kejari Manggarai Barat Tahan 4 Tersangka Baru, Bisa Tambah Lebih Dari 2 Orang

Bara mengatakan, terjadinya pemadaman listrik karena adanya masalah manajemen di internal PLN.

Untuk itu, menurut Bara, pemangkasan gaji secara simbolik dapat dibebankan pada pihak manajemen PLN.

"Kalau emang manajemen mengurangi gajinya sebagai suatu bentuk tanggung jawab simbolis ya nggak apa-apa, tapi tidak bisa dibebankan ke karyawan," pungkasnya.

Sebelumnya, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) harus membayarkan ganti rugisebesar Rp 839,88 miliar kepada 21,9 juta pelanggannya akibat mati listrik yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) lalu.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved