Lidik Kasus RS Pratama Boking, Polres TTS Koordinasi dengan BPKP dan Politeknik Negeri Kupang

Lidik Kasus RS Pratama Boking, Polres TTS Koordinasi dengan BPKP dan Politeknik Negeri Kupang

Lidik Kasus RS Pratama Boking, Polres TTS Koordinasi dengan BPKP dan Politeknik Negeri Kupang
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH., MH 

Lidik Kasus RS Pratama Boking, Polres TTS Koordinasi dengan BPKP dan Politeknik Negeri Kupang

POS-KUPANG.COM | SOE - Guna menuntaskan penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan RS Pratama Boking, penyidik Tipikor Polres TTS melakukan koordinasi dengan BPKP Perwakilan Propinsi NTT untuk mendapatkan kepastian aturan terkait penggunaan dana DAK dan DAU, dan juga untuk melakukan perhitungan kerugian negara.

Selain BPKP, penyidik juga akan melakukan koordinasi dengan Politeknik Negeri Kupang guna melakukan pemeriksaan teknis terkait volume pekerjaan RS Pratama Boking.

Pemda Belu Mulai Distribusi Air Bersih Bagi Masyarakat

"Kita sudah bersurat ke BPKP guna melakukan kordinasi terkait aturan penggunaan dana DAK dan DAU. Apakah boleh dana DAU digunakan untuk membiayai pekerjaan yang sudah dialokasikan lewat dana DAK. Selain itu kita juga meminta untuk melakukan ekspos sebelum melakukan audit perhitungan kerugian negara dalam pekerjaan tersebut," ungkap Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH., MH kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (7/8/2019) di ruang kerjanya.

Dalam kasus tersebut lanjut Jamari, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kadis Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Hosiana inrantau, Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Barince Yalla, mantan Kabag ULP, Jakob Benu dan lima orang anggota PHO.

Kekeringan, Ribuan Warga dari 15 Desa di Sumba Timur Kesulitan Air Bersih

"Sejauh ini dari hasil pemeriksaan saksi dan pulbaket di lapangan ada dugaan jika laporan penyelesaian pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan realisasi fisik di lapangan. Namun untuk kepastiannya, kita menunggu tim ahli dari Politeknik Negeri Kupang melakukan pemeriksaan teknis kualitas dan volume pekerjaan RS Pratama Boking," jelasnya.

Anggota DPRD Kabupaten TTS, Dominggus Beukliu mendukung Polres TTS dalam penuntasan kasus dugaan korupsi tersebut. Dirinya berharap, pengungkapan kasus tersebut bisa dilakukan secepatnya.

"Kita dukung Polres TTS dalam pengungkapan kasus korupsi di kabupaten TTS. Kita berharap semua yang terlibat dalam kasus ini bisa dihukum sesuai aturan yang berlaku," pintanya.

Diberitakan sebelumnya, RS Pratama Boking yang baru diresmikan Bupati TTS, Egusem Piether Tahun pada Selasa kemarin, langsung terhendus korupsi.

Pasalnya, walau baru diresmikan, empat ruangan RS Pratama Boking sudah dalam keadaan rusak parah. Plafon, dinding dan saluran drainase sudah dalam keadaan rusak saat diresmikan.

Melihat hal tersebut, Unit Tipikor, Reskrim Polres TTS langsung bergerak melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi tersebut. RS Pratama Boking sendiri dibangun dengan anggaran 17 Miliar lebih. Dimana 9 miliar dialokasikan dari dana DAK dan 8 miliar sisanya dialokasikan dari dana DAU.

Hal ini dilakukan karena dana DAK untuk pekerjaan fisik RS Pratama Boking tidak cair seluruhnya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved