Pengurus Bentuk Unit Developer, Begini Pujian Anggota Kopdit Obor Mas Maumere

Pengurus bentuk unit Developer, begini pujian anggota Kopdit Obor Mas Maumere

Pengurus Bentuk Unit Developer, Begini Pujian Anggota Kopdit Obor Mas Maumere
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Tokoh Koperasi Kredit NTT, Romanus Woga (kanan), penasehat hukum, Marianus Mo'a, S.H, M.H, pengawas KSP Obor Mas, Kons, Ketua KSP Kopdit Obor Mas, Andreas Mbete, dan bendahara pengurus, Buyung Dekresano, memberikan keterangan pers, Senin (5/8/2019) malam di Aula KSP Kopdit Obor Mas Maumere, Pulau Flores. 

Pengurus bentuk unit Developer, begini pujian anggota Kopdit Obor Mas Maumere

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Terobosan pengurus KSP Kopdit Obor Mas Maumere di Pulau Flores membentuk unit usaha developor yang bernaung dibawah bendera PT Kopdit Obor Masdipuji perwakilan anggotanya.

"Saya senang respon pengurus bentuk unit developer untuk wujudkan mimpi anggota yang ingin punya rumah. Kami minta gagasan ini direalisasikan," ujar perwakilan anggota Kopdit Obor Mas Maumere, Hery Siku, M.T, dalam jumpa pers penjelasan umum pengurus tentang pembangunan perumahan, Senin (5/8/2019) malam di Aula Obor Mas Jalan Kesehatan, Kota Maumere, Pulau Flores.

Bupati Belu Khawatir Banjir Terus Mengerus Lahan Pertanian Indonesia di Perbatasan

Ia juga memuji respon pengurus menjelaskan berbagai opini beragam di media sosial dan media online menyorot pembangunan perumahan oleh developer PT Thanarama Tritunggal Jakarta di Bolawolon, Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae.

Bendahara Pengurus KSP Kopdit Obor Mas, Buyung Dekresano, mengatakan semua langkah ditempuh pengurus sebelum memutuskan menggunakan jasa PT Thanarama Tritunggal. Meski pelaksanaanya, developer melakukan wanprestai sehingga diputus oleh Obor Mas tanggal 6 Juli 2017.

Maria Lantik 263 Anggota Pramuka Penggalang di SMP Negeri 1 Bajawa

Buyung mengatakan, pengurus melakukan vitasi ke Jakarta mencari tahu rekaman jejak developer dan keanggotanya di Asosiasi Real Estate Indonesia (REI).

"Kami lihat aset-asetnya. Rekam jejaknya membangun perumahan di Jakarta, Ciawi, Bogor dan perumahan TNI AD. Setelah menyaksikan semuanya mematangkan niat kami melakukan kerjasama," kata Buyung Dekresano.

Dijelaskan Buyung, pembangunan perumahan ini sesuai keputusan RAT tahun 2006 menugaskan pengurus menyiapkan perumahan dikreditkan kepada anggota.

Selanjutnya bulan Juli 2007, pengurus membeli lahan seluas 59.850 meter persegi dari sembilan orang pemilik. Harga tanah Rp 25.000/meter persegi. Bila ditambah biaya lain pengurus lahan itu seperti sertifikat, balik nama menghabiskan Rp 171 juta, sehingga total harga tanah ini menjadi Rp 1,6 Miliar.

"Selama sekitar dua tahun, sertifikat tanah ada di developer untuk urusan pembangunan, tapi ketika bangunan mandek dan developer lakukan wanprestasi, sertikat kita ambil kembali," tegas Buyung Dekresano.

Pengawas KSP Kopdit Obor Mas, Konstantinus Pati Sanga, menegaskan pemeriksaan badan pengawas tidak menemukan investasi yang dilakukan oleh Obor Mas dengan developer PT Thanarama Tritunggal.

"Pola pembangunan perumahan adalah pola developer. Dia menyediakan rumah. Dibangun pakai modal sendiri. Bisa dicek pada neraca," tegas Konstantinus.

Penegasan tidak ada investasi Obor Mas dengan PT Thanarama Tritunggal juga disampaikan General Manajer KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering.

"Tidak benar Obor Mas investasi dengan developer. Pola pembangunan murni developer," tegas Yanto, sapaan Frediyanto Moat Lering. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved