Lolos Jadi Pemakalah Semiloka di Jakarta, Begini Tanggapan Guru SMPN Lewolema Flotim

Lolos jadi pemakalah semiloka di Jakarta, begini tanggapan Guru SMPN Lewolema Flores Timur

Lolos Jadi Pemakalah Semiloka di Jakarta, Begini Tanggapan Guru SMPN Lewolema Flotim
ISTIMEWA
Maksimus Masan Kian,Guru SMPN 1 Lewolema, Flores Timur 

Lolos jadi pemakalah semiloka di Jakarta, begini tanggapan Guru SMPN Lewolema Flores Timur

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Guru SMPN Lewolema, di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Maksimus Masan Kian, tak bisa menyembunyikan sukacitanya.

Karya tulis berjudul "Pengaruh Otonomi Daerah dan Otoritas Kepala Daerah Terhadap Bahasa Negara," lolos seleksi menjadi pemakalah Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik, tanggal 5-8 Agustus 2019 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Sinyak Kuat, Pimpinan DPRD NTT dari Partai Golkar Diwakili Perempuan

Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) Cabang Flores Timur, menghargai apresiasi yang diberikan Lembaga Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra kepadanya.

"Senang sekali mendapat kabar lolos seleksi menjadi pemakalah Semiloka. Saya tiga menduga karya tulis yang sangat sederhana bisa terpilih dan menjadi satu dari 30 pemakalah se Indonesia yang terpilih," kata Maksi Masan Kian, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (5/8/2019).

Inspirasi karya tulis, diakui Maksi dari kritik Ibu Valentine Tenate, Kepala Kantor Bahasa NTT. Ia mengkritik Peraturan Gubernur (Pergub) NTT, tentang penggunaan Bahasa Inggris setiap hari Rabu.

KH Maimoen Zubair Meninggal di Mekkah, PPP Ende Kehilangan Tokoh Nasionalis

Penulisan karya ini, diakui Maksi, juga tidak efektif ditengah padatnya agenda kegiatan dan `dead line' pengiriman karya. Ia baru merampungkan tulisan hari Minggu, 14 Juli 2019 saat transit di Bandara I Gusti Ngura Rai, Bali dalam penerbangan dari Manado ke Larantuka.

Tanggal 15 Juli 2019, batas akhir pengiriman karya. Penuh keyakinan ia mengirim karya tulis dan terpilih menjadi pemakalah.

Maksi mengatakan 30 pemakalah yang diundang didominasi dari Lembaga Balai Bahasa dan dosen dari beberapa universitas ternama diantaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, IAIN Madura Jawa Timur, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Udayana Bali, Balai Bahasa Kalimantan Selatan, Balai Bahasa Riau, Kantor Bahasa NTB, Universitas Nahdatul Ulama Blitar, Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara, Universitas Hamzanwadi, NTB, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, dan lain-lain.

Sedangkan ia hanya guru SMPN 1 Lewolema di Kampung Welo, Desa Painapang, Kecamatan Lewolema.

Ia mengatakan, 200 orang peserta Semiloka se-Indonesia terpilih melalui seleksi tulisan esai tentang kebahasaan. Mereka tersebar di Kantor Bahasa, perguruan tinggi, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Mahkamah Agung, Badan Litbang Diklat Hukum, Pengadilan Agama, Penerbit, Komunitas Literasi dan kalangan guru SMP dan SMA/K.

Semiloka ini bertujuan untuk mewujudkan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara yang diamanatkan UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved