Kata Selfiana Yanita Tacoy Pluralitas Bukan Ancaman Bagi Kerukunan Beragama di Kupang

Kata Selfiana Yanita Tacoy pluralitas bukan ancaman bagi kerukunan beragama di Kupang

Kata Selfiana Yanita Tacoy Pluralitas Bukan Ancaman Bagi Kerukunan Beragama di Kupang
POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO
Ketua Panitia dialog kerukunan antar umat beragama, Selfiana Yanita Tacoy, S.Th,M.Pd.K saat menyampaikan sambutan, Selasa (6/8/2019) pagi. 

Kata Selfiana Yanita Tacoy pluralitas bukan ancaman bagi kerukunan beragama di Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pluralis bukan merupakan ancaman bagi kerukunan antar umat bergama di Kupang, NTT dan Indnesia. Tapi pluralitas merupakan potensi yang dapat diberdayakan bagi penguatan kehidupan bersama.

Selfiana Yanita Tacoy, S.Th, M.Pd.K menegaskan hal itu dalam kegiatan dialog antar umat beragama di Kota Kupang, Selasa (6/8/2019) pagi. Dialog antar umat beragama itu diadiri sejumalh tkoh agama, tokoh amsyarakat, Aparat penegak Huum dan Kesabngpol.

Gubernur NTT Bantu Tali dan Bibit Rumput Laut untuk 1.342 Petani di Sulamu

Selfi mengatakan, umat beragama merupakan pondasi utama dalam mewujudkan kerukunan nasional. Kuatnya kerukunan umat beragama akan berimplikasi bagi kerukunan hidup berbangsa dan bernegara.

"Namun kerukuan umat beragama masih mengalami dinamika internal dan eksternal," kata Selfi, Ketua Panitia dialog kerukunan antar umat beragama.

Dan dinamika itu muncul karena adanya pluralitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tapi pluralitas bukan merupakan ancaman bagi kerukunan tetapi merupakan potensi yang dapat diberdayakan bagi penguatan kehidupan bersama Selfi.

Dirut Rumah Sakit Karitas Sumba Barat Daya Siapkan Lima Kamar Dukung Operasi Katarak

Agar pluralis bisa mejadi potensi perlu sering dilakukan dialog silahturahmi lembaga dan tokoh agama di Kota Kupang (salam).

Selfi berharap dialog ini bisa memberian pemahaman dan kesamaan visi misi dan persepsi antar tokoh dan pemuka agama dan tokoh masyarakat tomas tentang kerukunan sehingga dapat dijadikan landasan dalam pembinaan umat bergama. Dengan demikian bisa terwujud toleransi umat beragama serta pemahaman pentingnya harmonisai antar umat beraga sesuai ajaran agama dan menggali local genius atau lokal wisdom bagi penguatan kerukunan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Drs. Yakobus Beda Kleden, MM mengatakan isu agama menjadi tantangan serius bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.Saat Pilpres dan Pileg, agama sering dijadikan alat untuk kepentingan tertentu.

"Meski kondisi itu hanya sessaat tapi hal ini cukup menganggu keharmonisan dan keurukunan antar umat beragama sehingga kita pelru menyikapi fenomena itu secara bijaksana," kata Kleden.

Kleden mengatakan, dalam kehiduan berbangsa dan bernegara, agama adalah salah satu intrumen atau institusi yang punya peranan penting namun tetap mesti mengikuti hukum yang berlaku di Negara.

"Dalam Negara tidak ada suatu agama pun yang berada di luar Negara mesti agama punya otomoni berdisi sendiri tetapi sebagai institusi di dalam Negara maka segala hal yang kita laksnakaan harus ada dalam koridor dasar aturan hukum yang berlaku," kata Kleden.

Semua agama ajarkan untuk hidup rukun dan damai tidak ada satu agama yang mengabaikan hal itu. Agama menjadi pembawa damia untuk hidup bersama, tidak ada satu agama yang datang tanpa pesan pembawa damai.

Karenanya, Kleden berharap lembaga agama, umat khususnya pimpina lembaga agama mesti terus menerus mempromosikan teologis yang menunjang terciptanya kerukunan antar umat beragama, bukan gagasan teologis yang pragmatis.

Dialog penampilkan 4 pemateri yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Drs. Yakobus Beda Kleden, MM tentang moderasi beragama untuk kebersamaan umat Kakan Kemenag Kota Kupang; Ipda Igo Pronggodani dari Polres Kupang Kota tentang peranan Polres Kupang Kota dalam menjaga stabilitas kamtibmas dan kerukunan umat beragama; Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt. Drs. Rio fanggidae M.Si tentang peranan FKUB dalam membangun kerukunan umat beragama di Kupang dan Kaban Kesbangpol Kota Kupang, Noce Nus Loa SH, M.Si tentang Peranan Pemerintah Kota dalam membangun kerukinan umat beragama di Kota Kupang. (Laporan reporter POS KUPANG.COM, novemy leo)

Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved