Jawab Kebutuhan Perumahan Anggota, Kopdit Obor Mas Bentuk Usaha Developer

Jawab kebutuhan perumahan anggota, Kopdit Obor Mas bentuk usaha Developer

Jawab Kebutuhan Perumahan Anggota, Kopdit Obor Mas Bentuk Usaha Developer
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Tokoh Koperasi Kredit NTT, Romanus Woga (kanan), penasehat hukum, Marianus Mo'a, S.H, M.H, pengawas KSP Obor Mas, Kons, Ketua KSP Kopdit Obor Mas, Andreas Mbete, dan bendahara pengurus, Buyung Dekresano, memberikan keterangan pers, Senin (6/8/2019) malam di Aula KSP Kopdit Obor Mas Maumere, Pulau Flores. 

Jawab kebutuhan perumahan anggota, Kopdit Obor Mas bentuk usaha Developer

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Menjawabi kebutuhan rumah bagi anggota, pengurus KSP Koperasi Kredit ( Kopdit) Obor Mas Maumere di Pulau Flores segera membentuk PT Kopdit Obor Mas untuk mengelola unit usaha developer.

"Ke depan pengurus berencana membentuk unit usaha developer yang akan bangun perumahan anggota. Rencana ini akan dibahas dan diputus dalam rapat pengurus dengan pengurus kelompok sebagai perwakilan anggota," kata Ketua Pengurus KSP Kopdit Obor Mas, Andreas Mbete, S.Pd, dalam jumpa pers penjelasan umum pembangunan perumahan, Senin (5/8/2019) malam di Aula Kopdit Obor Mas, Maumere.

Bupati Malaka Stef Bria Seran Masuk Golkar NTT, Begini Komentar Melki Laka Lena

Kegiatan ini dihadiri perwakilan kelompok pengurus, bendahara pengurus, Buyung Dekresano, penasehat hukum, Marianus Mo'a, S.H,M.H, dan General Manajer, Leonardus Frediyanto Moat Lering, S.Ak,dan tokoh koperasi kredit NTT, Romanus Woga.

Andreas menjelaskan, Obor Mas akan bangun sendiri perumahan bagi anggota. Direncanakan dalam bulan Agustus 2019, digelar dengan pengurus kelompok rapat anggota tahunan (RAT).

• Nelayan Sulamu Gembira Harga Rumput Laut Semakin Baik

Penbentukan unit usaha baru developer, demikian Andreas, setelah Obor Mas memutuskan hubungan kerjasama dengan developer PT Thanarama Tritunggal Jakarta tanggal 6 Juli 2017 karena alasan wanprestasi.

Andreas menegaskan beberapa unit rumah yang dibangun developer akan dihancurkan. Semua bangunan dianggap gagal dan tidak layak huni, beberapa unit telah diatap dan beberapa unit yang lain belum diatap.

Lahan bersertifikat seluas 59.850 meter persegi di Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae, 5 Km arah timur Kota Maumere telah diambil kembali oleh Obor Mas.

"Obor Mas tidak mengalami kerugian material dan imaterial. Tidak ada investasi yang dilakukan Obor Mas. Pembangunanan dibiayai oleh developer. Pola yang dianut pola developer, mereka sediakan rumah. Anggota yang hendak ambil rumah, kredit uang ke Obor Mas lunasi ke developer dan mencicil ke Obor Mas," kata Andreas. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved