Berita Tamu Kita

Linus Lusi, S.Pd, M.Pd: Kelola Perbatasan Dengan Hati

Baginya, mengelola perbatasan harus dengan hati dan memahami kultur budaya dan anatomi konflik yang berkembang di masyarakat.

Linus Lusi, S.Pd, M.Pd:  Kelola Perbatasan Dengan Hati
Dokumentasi keluarga
Linus Lusi 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Menjadi  pemimpin tidak cukup dengan pintar saja tetapi juga harus cerdas, inovatif dan kreatif. Baginya, pintar saja tidak cukup untuk meraih puncak karier.

Kuncinya adalah rendah hati dan berbuat baik. Di dalamnya ada kejujuran, militansi diri, dan bekerja tanpa pamrih dan tulus serta tuntas.

Inilah prinsip pria kelahiran Waiwaru, Kabupaten Lembata, 28 September 1972. Usia yang masih relatif muda tidak menyurutkan semangat dan niatnya untuk tetap memberikan kinerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional.

KABAR GEMBIRA! 9 Syarat Utama Agar Lolos Dalam Seleksi Administrasi Saat Pendaftaran CPNS 2019

Baginya, bekerja keras dan loyalitas harus ada di setiap ASN. Dan, prinsip inilah yang selalu menjadi spirit hidupnya.

Dan, prinsip ini yang mendukung karienya mulai menjadi guru mata pelajaran, kepala sekolah, kepala seksi, kepala bidang, seketaris dan akhinya dilantik Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, pada tanggal 27 Juli 2019 menjadi Kepala Badan Nasional Pengelolah Perbatasan (BNPP) Provinsi NTT.

Linus Lusi bersama Gubernur NTT saat menyelesaikan perbatasan Matim-Ngada
Linus Lusi bersama Gubernur NTT saat menyelesaikan perbatasan Matim-Ngada (Dokumentasi keluarga)

Baginya, mengelola perbatasan harus dengan hati dan memahami kultur budaya dan anatomi konflik yang berkembang di masyarakat. Karena di dalam masyarakat ada faksi-faksi yang tidak terlihat, tidak terdengar tetapi nyata dan ada.

Pasca dilantik menjadi Kepala BNPP Provinsi NTT, apa saja yang akan dilakukan dan apa saja konflik-konflik perbatasan sehingga selama ini terlihat sulit untuk diselesaikan?

Ikuti wawancara Wartawati Pos Kupang, Apolonia Matilde Dhiu dan Hermina Pello bersama Linus Lusi, S.Pd, M.Pd, di Cafe Ja'o Kupang, Kamis (1/8/2019).

Bupati Tahun Wajibkan Semua Peserta Upacara RI Kenakakan Pakaian Ini

Proficiat. Anda baru saja dilantik menjadi Kepala BNPP Provinsi NTT. Kalau dilihat lebih jauh Anda mengawali karier ASN sebagai seorang guru, bagaimana sampai bisa mendapatkan jabatan struktural yakni Kepala BNPP?.
Ya, terima kasih. Saya dilantik menjadi Kepala BNPP Provinsi NTT setelah melalui sebuah proses panjang dan melelahkan. Jadi adagium bahwa hasil tidak mengingkari proses, baik dan benar adanya.
Saya sudah melewati tahap demi tahap, mulai dari kepala seksi di eselon III di beberapa bidang, yakni di Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Sosial, dan menjadi Sekertaris BNPP Provinsi NTT.
Pada awal Februari 2019, dilantik ulang menjadi sekertaris dan diberi tugas tambahan menjadi pelaksana tugas (Plt) Kepala BNPP Provinsi NTT.

Apa yang membuat Anda ikut seleksi untuk jabatan kepala BNPP?
Ketika pembukaan seleksi jabatan, semua ASN yang memenuhi persyaratan, diberi ruang untuk mengikuti seleksi.
Saya menggunakan ruang tersebut, untuk mendaftar. Saya memilih ikut seleksi ini karena sebelumnya says sudah menjabat sekertaris dan Plt. Artinya saya dari dalam BNPP, saya sudah memahami apa yang menjadi tupoksi badan ini.
Seleksi ini dengan berbagai tahapan. Mulai dari administrasi dan kompetensi. Dua tahapan seleksi dilalui di bawah tim penguji yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi NTT yang melibatkan unsur akademisi Undana, Unwira dan GMIT.
Syukur hasil akhirnya dipercayakan Gubernur NTT dan dilantik menjadi Kepala BNPP Provinsi NTT.

Halaman
123
Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved