Berita Puisi
Ini Puisi-Puisi Edisi Minggu Pos Kupang, Kepoin Yuk!
Puisi-Puisi Jhoni Lae :Enigma/Mungkin untuk seribu satu kali aku mengetuk palu. Kau divonis kalah.
Dari balik jendela, terlihat seseorang memarahi dirinya sendiri
Mencari cukup dalil untuk sebisa mungkin menghakimi
Menyeret kepalanya sepanjang jarak
Lalu menangisi dirinya sendiri tersedu
Dari balik pintu seseorang mengacak-acak rambutnya
Menghamburkan terlalu banyak bualan
Bersandar membiarkan kepala dihantam jarum detik berulang-ulang
Sampai yang tersisa hanyalah tubuh tanpa kepala
Di bangku halte, seseorang seperti kebingungan menanti seseorang lain
Kendaraan lalu-lalang mengepulkan asap di wajahnya.
Ia bernapas seolah-olah sedang di hutan pinus
Di depan kaca seseorang menjadi frustasi
Ia melihat dirinya di mana-mana tanpa kepala
• Mbak You Klaim Beberapa Titik di Tubuh Istri Reino Barack Tak Alami, Sebut Syahrini Tarik Rejeki!
Takdir
Malam baru saja tiba beberapa menit lalu
Seekor kucing membopong anaknya
Yang seharian sibuk menggigit tulang ikan.
Waktu untuk bertahan bagi sang induk sudah tidak cukup lama
Karena itu keesokan hari
Kucing kecil harus latihan mencuri
Sebab dunia tidak bersahabat dengan penyangkal takbir
Sisi Terjauh
Semua perihal hidup
Mencipta adalah batas yang tak dapat terlampaui
Sejenak kau bisa tinggal lebih jauh, lebih dalam
Tapi guru akan menghakimi
Lantas kau tak dapat berbuat apa-apa
Tersesat dalam dirimu sendiri
(Penulis sekarang tinggal di rumah Nitapleat, Ledalero. Aktif di komunitas Arung Sastra Ledalero (ASAL) dan teater Aletheia).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/puisi-pos-kupang.jpg)