Ini Perbedaan Jawaban Polri dan PLN soal Mati Lampu Listrik di Jawa-Bali

Ini perbedaan jawaban Polri dan PLN soal mati lampu Listrik di Pulau Jawa dan Bali

Ini Perbedaan Jawaban Polri dan PLN soal Mati Lampu Listrik di Jawa-Bali
KOMPAS.com/APRILLIA IKA
Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS di Nusa Dua, Bali, Kamis (12/4/2018). 

Ini perbedaan jawaban Polri dan PLN soal mati lampu Listrik di Pulau Jawa dan Bali

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bagian Barat Haryanto WS tidak memberi jawaban rinci ketika ditanya mengenai penyebab padamnya listrik di hampir seluruh pulau Jawa dan Bali sejak Minggu (4/8/2019) siang.

Berdasarkan keterangan Polri sebelumnya, penyebab pemadaman tersebut adalah pohon yang terlalu tinggi sehingga menyebabkan flash atau lompatan listrik.

Meski Diancam, Menlu Iran Tolak Tawaran Bertemu dengan Trump

Haryanto hanya menjelaskan bahwa terjadi gangguan pada jaringan penyalur listrik murah dari timur ke barat.

Dari total 4 sirkuit, satu sirkuit sedang dalam tahap pemeliharaan, sementara dua sirkuit lainnya terkena gangguan tersebut.

Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut apakah gangguan yang dimaksud itu adalah pohon atau bukan.

TID Cluster 1 dan Dinas PMD TTU Gelar Bursa Inovasi Desa, Ini Tujuannya

"Kemudian terjadi gangguan di dua titik secara bersamaan antara Ungaran-Pemalang dan itu kemudian itu menjadikan tinggal 1 sirkuit, sehingga aliran listrik dari timur ke barat ini terhenti," ungkap Haryanto di kantor PLN Pusat, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019).

Ketika ditanyakan kembali perihal penyebab pasti dari pemadaman tersebut, Haryanto memberi jawaban serupa. Ia hanya menambahkan bahwa gangguan tersebut sudah normal kembali.

"Listrik mengalami terputus dari Ungaran ke Pemalang, kemudian itu menyebabkan dua sirkuit mengalami gangguan dan itu alhamdullilah sudah bisa kita perbaiki dan kemudian normal kembali," tutur dia.

Pewarta kemudian menanyakan lagi perihal penyebab pasti pemadaman listrik. Menurut dia, jaringan listrik tersebut membentang panjang dan melewati gunung hingga perumahan. Maka dari itu, Haryanto menilai faktor alam memang memungkinkan menganggu jaringan.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved