Mengaku Belum Punya Uang, Soares Enggan Bayar Pajak Motor, Ini Penjelasan Dominikus Naif

Mengaku belum punya Uang, Dominggus Soares enggan bayar Pajak motor, ini penjelasan Dominikus Naif

Mengaku Belum Punya Uang, Soares Enggan Bayar Pajak Motor, Ini Penjelasan Dominikus Naif
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Kepala UPT Dinas PPKAD wilayah Kabupaten Belu, Dominikus Naif saat memberikan pengumuman lisan kepada masyarakat di ruangan pelayanan di Kantor Samsat Kabupaten Belu, Kamis (1/8/2019). 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Mengaku belum punya Uang, Dominggus Soares enggan bayar Pajak motor, ini penjelasan Dominikus Naif.

Faktor ekonomi menjadi alasan utama pemilik kendaraan tunggak membayar pajak kendaraan. Apalagi tunggakan pajaknya terjadi bertahun-tahun.

Bagi pemilik kendaraan yang sadar akan kewajibannya akan berusaha mencari uang untuk membayar pajaknya. Seperti yang dilakukan Dominggus Soares.

SPN Polda NTT Terima 170 Calon Siswa Bintara Rekrutmen Terpadu TA 2019 Panda NTT

Soares yang ditemui Pos Kupang. Com mengaku, ia tunggak membayar pajak kendaraan roda dua selama dua tahun karena keterbatasan ekonomi. Ia belum memiliki uang lebih sehingga tidak membayar pajak kendaraannya selama dua tahun. Meski nilai pajak motornya hanya Rp 300 ratusan ribu namun jika dihitung selama dua tahun, jumlahnya cukup besar bagi Soares.

Soares menyambut baik kebijakan Pemerintah Provinsi yang memberikan keringanan dalam membayar pajak kendaraan.

Dua Hari UPT PAD Sumba Timur Diserbu Masyarakat, Untuk Apa? Ini Penjelasan Denny Sandy

Sementara Amandus Klau mengatakan, dirinya akan memanfaatkan peluang ini untuk membayar pajak yang sudah dua tahun belum dibayar karena alasan uang belum cukup. Nilai pajak ya diperkirakan lebih dari Rp 600 ribu. Dia juga sementara mencari uang untuk membayar pajak kendaraannya.

Sedangkan Fredi Bria mengaku belum membayar pajak karena faktor uang. Ia memiliki kendaraan roda dua yang dibeli dari orang. Saat membeli kendaraan tersebut, pemilik pertama belum membayar pajak satu tahun. Dispensasinya harga motor dikurangi karena belum membayar pajak.

Saat kendaraan di tangan Fredi, ia juga belum sempat membayar pajak karena uang belum cukup. Fredi yang masih bujang itu mengatakan akan membayar pajak dalam kesempatan tiga bulan ke depan.

Kepala UPT Dinas PPKAD wilayah Kabupaten Belu, Dominikus Naif kepada Pos KUPANG.COM mengatakan, pembayaran pajak kendaraan bermotor merupakan kewajiban pemilik kendaraan. Namun ada juga pemilik kendaraan bermotor yang lalai membayar pajak kendaraan hingga bertahun-tahun.

UPT Samsat sudah berupaya melakukan berbagai cara untuk mengurangi tunggakan-tunggakan tersebut dengan cara operasi dor to dor, mendatangi satu per satu wajib pajak sesuai data dalam server.

Dominikus mengatakan, antusias masyarakat dalam memanfaatkan kesempatan ini sanggat bagus. Meski belum terlalu banyak namun ada yang sudah mulai mengurus.

Dominikus mengatakan, sesuai pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, masyarakat sangat antusias me gurus pajak ketika ada kesempatan seperti saat ini. Untuk lebih efektif, pihak samsat akan gencar melakukan sosialisasi.

Dominikus mengharapkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan emas ini untuk membayar pajak karena efektifnya hanya tiga bulan atau dari 1 Agustus sampai 31 Oktober 2019. (laporan reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved