Inilah Komitmen Warga Desa Kuanheum Terkait Tenun Ikat
Warga Desa Kuanheum di Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, berkomitmen mengembangkan sentra tenun ikat sebagai ikon desa.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Sementara itu, Ani Maranci Mamun, salah seorang peserta pelatihan tenun ikat berujar, bahwa kehadiran CV.
Ina Ndao sebagai narasumber pada pelatihan ini ternyata membuka pemahaman perempuan desa. Perempuan di desa yang selama ini menenun dengan peralatan yang rumit, pemahaman itu berhasil diubah.
Bukan cuma itu, teknik pencelupan, pewarnaan dan membuat motif kain tenun yang selama di menjadi kebiasaan di desa pun di ubah.
"Jika selama ini perempuan menggunakan cara - cara lazim misalnya pencelupan dan pewarnaan dengan lumpur dicampur bahan alam lainnya, sehingga hasil tenunan mudah luntur dan tidak berkualitas," tutur Maranci.
• Tangani Banyak Kasus Terkesan Playboy Pengacara Kondang Hotman Paris Ternyata Masuk Kerja Jam Segini
• Hidup Mewah Lalu Nikahi Brondong Ajun Prawira, Ini Sosok Suami Pertama Jennifer Jil Maxwell Armand
• Lihat Bayaran Mario Teguh Setelah Lama Menghilang dari TV, Cara Dapatkan Uang dan Doa Ario Kiswinar
Namun, lanjut Maranci, dengan pelatihan oleh tim Ina Ndap, perempuan penenun di desa kemudian diperkenalkan dengan cara - cara baru yang lebih sederhana dengan hasil tenun yang berkualitas dan tidak luntur, dengan demikian harga jual meningkat.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/warga-desa-kuanheum-di-kecamatan-amabi-oefeto.jpg)