Breaking News
Selasa, 9 Juni 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 9 Juni 2026, Iman yang Berani Berbagi di Tengah Keterbatasan

Renungan Harian Katolik dari RP John Lewar SVD merujuk pada Bacaan I : St. Efrem 1Raj 17:7-16; Mzm 4:2-3.4-5.7-8; Mat 5:13-16.

Tayang:
Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Pater John Lewar, SVD 

Oleh : RP John Lewar SVD

Biara Soverdi St. Josef Freinademetz STM Nenuk
Atambua Timor

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Hari Selasa 9 Juni 2026 dari RP John Lewar SVD berjudul Iman yang Berani Berbagi di Tengah Keterbatasan.

Renungan Harian Katolik dari RP John Lewar SVD merujuk pada Bacaan I : St. Efrem 1Raj 17:7-16; Mzm 4:2-3.4-5.7-8; Mat 5:13-16. Warna Liturgi Hijau

Pada tahun 2020, ketika pandemi melanda banyak negara, seorang janda tua di sebuah desa sederhana mengalami kesulitan ekonomi. Penghasilannya sebagai penjual makanan kecil menurun drastis.

Suatu hari, ia mengetahui bahwa tetangganya yang tinggal sendirian tidak memiliki makanan untuk dimasak. Padahal persediaan beras di rumahnya sendiri tinggal cukup untuk beberapa hari.

Tanpa banyak berpikir, ia membagi sebagian beras yang dimilikinya kepada tetangganya itu. Anak-anaknya sempat khawatir dan bertanya, “Kalau kita kehabisan, bagaimana nanti?” Sang ibu hanya menjawab, “Tuhan tidak akan
menutup mata terhadap orang yang mau berbagi.”

Beberapa hari kemudian, bantuan sosial dari sebuah komunitas dan paroki setempat tiba di desanya. Ia menerima bantuan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya selama beberapa minggu.

Ketika ditanya mengapa ia berani berbagi dalam keadaan sulit, ia menjawab, “Saya percaya bahwa berkat Tuhan sering datang melalui jalan yang tidak kita duga.”

Kisah ini mengingatkan kita bahwa kemurahan hati tidak lahir dari kelimpahan, melainkan dari iman yang percaya kepada penyelenggaraan Tuhan.

Bacaan pertama (1Raj 17:7-16) menghadirkan sosok seorang janda di Sarfat yang sedang berada dalam situasi sangat sulit. Kekeringan telah melanda negeri itu. Persediaan makanannya tinggal segenggam tepung dan sedikit minyak.

Bahkan ia sedang mempersiapkan makanan terakhir bagi dirinya dan anaknya sebelum menghadapi kemungkinan terburuk. Di tengah keadaan tersebut, Nabi Elia datang dan meminta air serta roti. Secara manusiawi, permintaan itu terasa berat dan tidak masuk akal.

Namun Elia menyampaikan janji Tuhan bahwa tepung dan minyak itu tidak akan habis. Janda itu berada pada persimpangan antara ketakutan dan iman. Ia bisa saja menolak karena merasa kekurangan.

Tetapi ia memilih percaya. Ia berani berbagi justru ketika dirinya sendiri hampir tidak memiliki apa-apa. Dan mukjizat pun terjadi. Tepung dalam tempayan tidak habis dan minyak dalam buli-buli tidak berkurang, sesuai dengan sabda Tuhan.

Mazmur hari ini mengungkapkan keyakinan yang sama. Pemazmur berseru kepada Allah di tengah kesesakan dan menemukan sukacita serta ketenangan karena percaya bahwa Tuhan mendengarkan orang yang berharap kepada-Nya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved