BREAKING NEWS: Kejadian lagi, Warga di Manggarai-NTT Bunuh Diri, Ini Masalahnya

Kasus bunuh diri yang keduabelas ini pada awal Agustus 2019 menambah deretan kasus di Manggarai yang ditangani Polres Manggarai.

BREAKING NEWS:  Kejadian lagi, Warga di Manggarai-NTT Bunuh Diri, Ini Masalahnya
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
Kapolres manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK 

Lapora Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-RUTENG-Kasus gantung diri kembali terjadi di Manggarai.

Kasus bunuh diri yang keduabelas ini pada awal Agustus 2019 menambah deretan kasus di Manggarai yang ditangani Polres Manggarai.

Yang mana pada Jumat (2/8/2019) pukul 11.00 wita bertempat di Kampung Waso Bea, Kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai telah terjadi kasus gantung diri.

Korban gantung diri bernama Aloysius Gonzaga (52) yang bekerja sebagai seorang tukang meubel di Waso Bea, RT 004 / RW.002, Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Robertus Nahi, keluarga korban kepada aparat Polres Manggarai melalui rilis yang dikirim Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK melalui Kasubag Humas, Ipda Daniel Djihu kepada wartawan di Ruteng, Jumat (2/8/2019) siang menjelaskan, korban sudah sekitar lima bulan terakhir mengalami sakit gangguan saraf dan terdapat benjolan di dalam lubang hidung atas sakit yang diderita tersebut korban selama ini tidak melakukan pekerjaanya sebagai tukang meubel.

Babak Pertama, PSIS Semarang Tertinggal dari Tira Persikabo

Ibu Masukkan Tisu ke Mulut Bayinya Sampai Tewas Usai Melahirkan di Toilet Rumah Sakit,Kronologi

MENGERIKAN, Satu Keluarga Tewas Tertimpa Truk, Bayi Selamat Dalam Pelukan Ibunya yang Tewas

Selama ini, kata Daniel, korban juga sering mengalami lupa ingatan. Pasalnya, korban pernah mengatakan akan benuh diri bahkan korban sudah beberapa kali melakukan perbuatan bunuh diri dengan cara memasukkan jarinya ke dalam lubangan colokan listrik. Namun perbuatan tersebut dapat diselamatkan oleh istri dan anak -anak korban.

Daniel mengungkapkan, kasus bunuh yang terjadi ini bermula sekitar pukul 11.00 wita korban bersama anak kandungnya Lian Gonzaga sedang berjumur badan di depan rumahnya dan sekitar beberapa menit kemudian korban pamit dengan anaknya untuk ke dalam kamar korban.

Setelah anak korban selesai berjemur dan masuk ke dalam rumah dan langsung mendatangi korban dan melihat korban sudah tergantung diatas balok penyanggah tiang nok rumah yang melintang diatas kamar korban.

"Melihat hal tersebut anak korban histeris dan berteriak sehingga tetangga korban dan warga sekitar pun berdatangan melihat kejadiaan tersebut," ujar Daniel.

Dengan adanya kejadiaan tersebut pada pukul 11.30 wita piket fungsi dan tim Identifikasi Polres Manggarai yang dipimpin langsung oleh Kanit SPKT III Aipda Dewa Veda mendatangi TKP dan melakukan okeh TKP dan hasil oleh TKP ditemukan korban tergantung pada tiang penyanggah balok nok rumah yang melintas diatas kamar korban dengan menggenakan baju kaos berkerah warnah putih merah marun, jaket warna hitam, celana kain warna witam, kaos kaki warna hitam dan ikat pinggang kulit berwana hitam.

Korban melakukan perbuatan Gantung diri dengan menggunakan sebuah tali nilon warna biru dan posisi korban tergantung menghadap ke arah bagian timur.

Selesai melakukan oleh TKP pada pukul 12.30 wita jenasah korban dibawa ke BLUD RSUD dr. BEN MBOI Ruteng untuk dilakukan Visum Et Repertum oleh dokter Suryani.

Dari hasil Visum Et Repertum yang dilakukan oleh Dokter menyimpulkan korban meninggal murni bunuh diri dan tidak ada tidak kekerasan pada tubuh korban.

Atas kematian itu, keluarga telah menerima kematian korban dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan visum et repertum.(*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved