Kemenkeu RI Puji Pemda Flotim dalam Mengelola Dana Desa

Nur Aidah saat itu ditanyai mengenai penyerapan APBN terutama dana desa di Flotim oleh Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Wabup Flotim, Agus Boli,S.H pose bersama Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT ,Lydia Kurniawati Christyana dan pejabat lainnya di Grand Mutiara Ballroom,Kota Kupang, Selasa (30/7/2019) 

"Kita terus bekerja dan saya selalu lakukan koordinasi dengan pak bupati," ujarnya.

Dikatakan, Bupati Anton Hadjon juga sama ,yakni selalu menghimbau kepala desa untuk menggunakan dana secara baik dan bertanggungjawab.

Wabup termuda di NTT ini dalam tugas pengawasan, khusus dana desa, dirinya sangat intens melakukan pengawasan. Bahkan, kadang ada camat yang kaget ketika tahu bahwa dirinya ada di desa ketika blusukan.

"Dinas PMD Flotim dan para camat pun digerakan untuk monev dana desa secara kontinue," ujarnya.

Dia juga mengatakan, pengawasan fokus ke dana desa dan kelurahan,karena jika dana di desa dan kelurahan digunakan secara baik dan benar, maka berdampak pada kesejahteraan rakyat dan di sisi lain dalam bentuk terima kasih kepada pemerintah

"Karena itu, saya lakukan pengawasan dan cek ,setiap saat. Jika Tim Pengelola Kegiatan (TPK) di desa tidak becus saya minta Kades langsung berhentikan TPK itu,jangan sampai hanya karena TPK kemudian dana desa ini jadi mandek," katanya.

Karena lanjutnya, titik rawan penyalahgunaan dan desa itu ada di TPK ,karena mereka yang membelanjakan material uang tunai.

Dikatakan, pengelola yang baik dan punya integritas untuk membangun desa,maka pasti pembangunan di desa akan maju dan sebaliknya.

Dia mengakui, dalam menjalankan tugas dirinya selaku Wabup Flotim dan bupati selalu kompak dan sejalan dalam.mensukseskan seluruh program pembangunan di Kabupaten Flotim.

Dalam melakukan pengawasan yang ketat tersebut, Agus Boli mencontohkan, salah satu Ketua TPK dana desa di Kecamatan Lewolema yang sempat membawa dana desa Rp 70 -an juta yang seharusnya untuk belanja modal .

Ketika mendapat laporan dari Kades, dirinya langsung menghubungi yang bersangkutan agar kembali ke Flotim dan mengembailkan dana desa tersebut.

"Jadi ada satu oknum ketua TPK di Kecamatan Lewolema hendak lari keluar Flotim membawa uang 70 -an juta.
Saya dilapor oleh kades ,kemudian saya minta no handphone yang bersangkutan dan langsung menelponnya dan suruh pulang. Kalau tidak pulang saya minta penegak hukum tangkap dan proses," ujarnya.

Setelah itu, menurut Agus, oknum Ketua TPK itu kembali ke Flotim dan menyerahkan uang itu ke desa, Kepala desa kemudian lapor ke saya bahwa TPK itu sudah kembalikan dana tersebut," ujarnya.

Atas prestasi ini, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT ,Lydia Kurniawati Christyana selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi NTT memberikan apresiasi kepada Wabup Flotim.

Setelah mendengar laporan dari KKPN Flotim dan testimoni dari Wabup Flotim, Kemenkeu Ri melalui Kakanwil Ditjen Perbendaraan Provinsi NTT memberi apresiasii kepada Pemda Flotim melalui Wabup Agus Boli.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved